Deklarasi Presiden

Mantan Napi Teroris Hingga Eks HTI-FPI Dukung Anies Menjadi Presiden, Ariza: Itu Hak Masyarakat

Pemprov kita ini kan organisasi pemerintah, jadi tidak ikut dalam dukung mendukung, kita harus independen mandiri dan netral

Editor: Umar Widodo
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BALAIKOTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat dukungan dari eks HTI-FPI hingga mantan napi terorisme untuk menjadi presiden pada pemilu tahun 2024 mendatang.

Dukungan tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta dipastikan bersikap netral.

“Pemprov kita ini kan organisasi pemerintah, jadi tidak ikut dalam dukung mendukung. Kita harus independen mandiri dan netral,” ucapnya, Rabu (8/6/2022).

Pria yang akrab disapa Ariza itu mengungkapkan bahwa pemerintah pusat dan daerah tidak boleh terlibat dalam politik praktis.

Alhasil Pemprov DKI Jakarta menyikapi dukung mendukung tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku selama ini.

“Tapi kalau ada massa yang mencalonkan A, B, C, D itu hak masyarakat sejauh disampaikan dengan tertib aturan dan ketentuan,” katanya.

Ariza beralasan siapa pun mempunyai hak untuk bisa memilih dan dipilih. Begitu juga dengan yang namanya dukungan, siapa saja berhak didukung maupun mendukung.

“Itu hak warga, kita hormati. Itu hak warga, negara kita negara yang demokratis,” sambungnya.

Ia pun meminta dukungan dan doa supaya bisa tugasnya bersama Anies dalam menyelesaikan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dapat berjalan dengan baik.

“Kita berharap pemilu nanti kita bisa lebih baik lagi. Tugas kami di Pemprov sampe 16 Oktober, mohon dukungannya,” kata Ariza.

Adapun Majelis Sang Presiden mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022).

Majelis Sang Presiden diklaim berisi para mantan anggota ormas Islam HTI dan FPI. Tidak hanya itu, ada juga mantan narapidana terorisme (napiter) juga ikut terlibat di dalamnya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved