Berita UI

Kuliah Kebangsaan UI, Gubernur Lemhanas: Indonesia Hadapi Berbagai Kerawanan dan Ancaman

Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto sebut Indonesia hadapi berbagai kerawanan dan ancaman. Hal itu disampaikan dalam kuliah kebangsaan di FISIP UI.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Kuliah Kebangsaan UI, Gubernur Lemhanas: Indonesia Hadapi Berbagai Kerawanan dan Ancaman. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Kuliah Kebangsaan UI, Gubernur Lemhanas: Indonesia hadapi berbagai kerawanan dan ancaman.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, Andi Widjajanto, mengatakan, salah satu elemen penting dalam upaya merawat nasionalisme Indonesia adalah ikhtiar untuk terus menghidupkan ideologi yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa sebagai pemersatu, yaitu Pancasila.

Penguatan ideologi Pancasila, kata Andi, untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan kontemporer bagi Indonesia di era geopolitik generasi kelima.

“Penguatan nilai-nilai Pancasila akan mengkonsolidasikan sistem politik Indonesia,” ujar Andi Widjajanto, yang dikenal sebagai ahli pertahanan.

Baca juga: UI Nomor Satu di Indonesia Versi THE Asia University Rankings pada Juni 2022

Ia memaparkan berbagai potensi kerawanan dan ancaman yang dihadapi oleh Indonesia di era kontemporer, yang ditandai dengan hal yang disebutnya sebagai “konflik konektivitas”.

Dalam konteks konflik ini, Andi mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi berbagai kerawanan dan ancaman dari dalam maupun luar negeri.

Mulai dari konflik Zona Abu-Abu (Gray Zone), instabilitas domestik yang dipicu oleh separatisme, konflik horizontal maupun vertikal, serta KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), dan ancaman siber.

Lalu, ancaman kerawanan lingkungan, ancaman kesehatan lingkungan, ancaman terhadap keamanan manusia, hingga tarikan berbagai ideologi global.

Baca juga: Prodi Akuntasi Raih Akreditasi Unggul, Ini Penjelasan Dikrektur Vokasi UI Padang Wicaksono

Guna menghadapi semua itu, penguatan pemahaman dan praktik nilai-nilai Pancasila menjadi kunci yang penting.

Ia berperan menangkal kerawanan nasional, dari segi pengelola krisis diperlukan tata kelola manajemen risiko, manajemen krisis, serta pemulihan cepat yang berkelanjutan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved