Metropolitan

Meski Dukung Anies, Gerindra Tak Wajibkan Kadernya Nonton Formula E

Meski Dukung Anies, Gerindra Tak Wajibkan Kadernya Nonton Formula E. Berikut Alasannya

Editor: Dwi Rizki
FIAFormulaE
Formula E 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Walau mendukung penuh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Partai Gerindra tak mewajibkan kadernya menonton ajang Formula E yang akan digelar di Ancol, Jakarta Utara pada 4 Juni 2022 mendatang.

Partai besutan Prabowo Subianto itu menyebut, keinginan menonton merupakan hak pribadi perorangan, sehingga partai tidak bisa mencampuri urusannya.

 

“Itu kan disasar untuk penggemar yang hobi, yah nggak bisa (instruksi) begitu. Itu kan nonton urusan pribadi-pribadi, ada orang yang penggemar sangat berat, penggemar ringan, penggemar sedang. Kalau saya penggemar ringanlah,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif pada Sabtu (21/5/2022).

Menurut dia, ada beberapa anggota Fraksi Gerindra di DPRD DKI Jakarta yang dikonfirmasi bakal ikut menonton Formula E seperti dirinya.

Seperti Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik (MT), karena dia menjadi salah satu pihak yang menaruh perhatian besar terhadap turnamen ini.

 

“Kalau Pak MT sih dia pasti nonton, orang dia yang sangat koncern dan atensinya luar biasa untuk Pak MT terhadap ajang Formula E,” kata Syarif yang juga menjadi Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta ini.

Baca juga: Penasaran, Politisi Gerindra Sengaja Borong Enam Tiket Formula E-Ajak Keluarga Nonton Bareng

Baca juga: Walau Aksi Gorok Leher Atas Permintaan Ceking, Polisi Tetap Jerat AM Pasal Pembunuhan Berencana

Syarif memandang, turnamen ini akan memberikan dampak positif bagi generasi selanjutnya, bahwa pemerintah telah mengembangkan kendaraan berbasis tenaga listrik.

Dia berharap, generasi mendatang sudah dapat beralih menggunakan kendaraan listrik dari kendaraan berbahan bakar minyak.

 

“Kalau nggak kami perkenalkan dari sekarang, bahwa ituloh ada kendaraan bertenaga listrik. Mungkin 10-15 tahun mendatang, anak-anak saya bisa beli kendaraan listrik yang terjangka, sekarang kan nggak bisa karena harganya mahal bisa tiga kali lipat,” jelas Syarif.

 

Menurut dia, pemerintah pusat harus memperbanyak membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) di Tanah Air, khususnya di Jakarta.

Keberadaan SPKL diharapkan dapat memudahkan pengguna kendaraan listrik untuk mengisi tenaga.

Baca juga: Viral Gala Dinner Miyabi di Jakarta, Polisi Akui Belum Terima Surat Pemberitahuan dari Panitia

Baca juga: Walau Partai Ajukan Interpelasi, Ketua Fraksi PDIP DKI Akui Tak Larang Kadernya Nonton Formula E

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved