Berita UI

Ketua Departemen Kriminolog FISIP UI: UI Inisiasi Lahirnya Satu Data Statistik Kriminal Indonesia

UI inisiasi lahirnya satu data statistik kriminal Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Departemen Kriminolog FISIP UI Dr. Ni Made Martini Puteri.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Ketua Departemen Kriminolog FISIP UI: UI Inisiasi Lahirnya Satu Data Statistik Kriminal Indonesia. 

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik Dr. Margo Yuwono mengatakan, Satu Data Statistik Kriminal Indonesia (SDSKI) merupakan implementasi dari satu data Indonesia.

SDSKI adalah jawaban dari kebutuhan data statistik kriminal secara komprehensif dan berkesinambungan. Berbicara SDSKI ada dua isu, yaitu tata kelola data statistik kriminal yang perlu dibangun untuk mengatur penyelengaraan data yang dihasilkan oleh instansi pusat dan instansi daerah.

Lalu adanya cakupan yang komperhensif untuk memastikan cakupan data statistik kriminal sesuai dengan manual International Classification of Crime for Statistical Purpose (ICCS).

Menurut Margo, kondisi saat ini pencatatan statistik kriminal di Indonesia, data yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan nasional dan internasional.

Sebab itu, masih perlu dikembangkan untuk memenuhi indikator global. Kemudian data yang dikumpulkan oleh produsen data statistik kriminal tidak saling terhubung berpotensi tumpeng tindih data dan berbedanya standar data.

Baca juga: Film KKN di Desa Penari Tembus 6 Juta Penonton, Tissa Biani: Semoga Jadi Film Paling Laris

Kemudian kode referensi yang berbeda menjadi masalah konsistensi data. Itu terjadi karena Indonesia belum mengadopsi klasifikasi baku internasional terkait statistik kriminal, yaitu International Classification of Crime for Statistical Purpose (ICCS) dan United Nations Statistical Commission (UNSC), sehingga konsep dan disagregasinya berbeda-beda.

“Akademisi atau universitas memiliki peran dalam proses menyusun SDSKI. Pertama, sebagai advisory group yang berperan dalam membantu identifikasi, diskusi kebutuhan data statistik kriminal, memberikan bantuan teknis (literatur dan dasar teoritis) terkait dengan statistik kriminal; Kedua, sebagai pengguna SDSKI untuk bahan analisis dan intepretasi; dan yang terakhir, penelitian ilmiah serta menjadi bagian dari forum data statistik kriminal sebagai controller dalam proses pembangunan SDSKI,” kata Margo.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved