Metropolitan
Tak Larang Kehadiran Pendatang, Ariza Ingatkan Agar Tidak Tertipu Lowongan Kerja Palsu
Tak Larang Kehadiran Pendatang, Ariza Ingatkan Agar Tidak Tertipu Lowongan Kerja Palsu-Jadi Korban Penipuan
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan lewat lowongan kerja.
Imbauan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resminya @arizapatria.
"Pemprov DKI Jakarta tidak melarang pendatang baru ke Jakarta. Namun, kami mengimbau, sebelum datang, pastikan kebenaran informasi terkait lowongan kerja," ucap Ariza melalui @arizapatria, Kamis (12/5/2022).
Berikut beberapa tips memastikan loker:
1) Pastikan sumber lowongan terpercaya. Cek website resmi perusahaannya. Telp, konsultasikan dengan keluarga.
2) Tidak ada pungutan biaya sesuai UU 13 thn 2003 pasal 38)
3) Cek emailnya, pastikan domainnya sama dengan yang tercantum di website perusahaan terkait.
4) Baca dan pelajari review perusahaan di internet dan media sosial.
5) Untuk mengetahui info lowongan resmi secara online dapat dilihat di web jaknaker.id , karirhub.kemnaker.go.id atau datang lansung ke kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta atau kantor Sudinakertransgi sesuai domisili.
Baca juga: Ibu Kota Negara Pindah, Ariza Ungkap Kesiapan Pemprov DKI Kelola Jalan Protokol di Jakarta
Baca juga: Makin Gampang Bikin KTP-el dan KIA di Alpukat Betawi, Sekarang Bisa Dikirim Pakai GoSend
"Mohon cek juga akun @disnakertrans_dki_jakarta," tambah Ariza.
Pasca Mudik Lebaran, Dukcapil DKI Jakarta Tak Akan Gelar Operasi Yustisi, Ini Alasannya
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta menyatakan, tidak akan menggelar operasi yustisi bagi pendatang saat arus balik Idul Fitri 1443 H.
Operasi yustisi adalah upaya menjaring pendatang baru yang tidak memiliki kartu tanda penduduk Jakarta, dan biasanya dilakukan setelah Lebaran.
"Tidak ada operasi yustisi untuk para pendatang ke Jakarta, karena Jakarta milik semua, milik seluruh warga negara Indonesia, sehingga siapa saja bisa bekerja di Jakarta," kata Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaludin pada Rabu (4/5/2022).
Budi mengatakan, pihaknya akan menyiapkan aplikasi untuk mendata pendatang baru ke Jakarta yang bisa digunakan perangkat RT.
Opsi lainnya, pendatang bisa melapor melalui pelayanan Dukcapil yang ada di kelurahan maupun kecamatan.
"Selain itu kami juga akan melakukan pelayanan jemput bola ke RW-RW di kelurahan," ucapnya.
Berdasarkan data pelayanan dokumen kependudukan, jumlah pendatang baru di Jakarta sejak beberapa tahun cenderung fluktuatif. Pada dua tahun sebelumnya atau 2020 dan 2021 angkanya lebih rendah dibanding tahun 2019 dan 2018.
Untuk tahun 2021 ada 138.740 pendatang, tahun 2020 ada 113.814 pendatang, tahun 2019 ada 169.778 orang dan tahun 2018 ada 151.017 orang,” ucapnya.
Dia menyebut, turunnya jumlah pendatang pada tahun 2020 dan 2031 lalu karena adanya pagebluk Covid-19.
Dia memperkirakan, jumlah pendatang tahun 2022 ini akan sama seperti tahun 2019 lalu sebesar 150.000-180.000 orang per tahun.
"Jumlah bulan terbanyak adalah bulan saat arus balik mudik lebaran. Kami perkirakan bulan mei ini terjadi lonjakan menjadi 20.000 sampai 50.000 pendatang baru di Jakarta," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Wagub-DKI-Jakarta-Ahmad-Riza-Patria-saat-memberikan-keterangan-terkait-penggunaan-JIS.jpg)