Sabtu, 9 Mei 2026

Pecahkan Rekor Dunia Angkat Besi, Ini Kisah Perjuangan Rizki Juniansyah Jadi Lifter dari Usia Belia

Pemuda asal Banten ini berhasil menyumbagkan dua medali emas pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2022.

Tayang:
Editor: murtopo
Wartakotalive.com/M Rifqi Ibnumasy
Rizki Juniansyah memegang dua medali emas dari Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2022 di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (8/5/2022). 

Laporan wartawan wartakotalive.com, M Rifqi Ibnumasy

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TANGERANG - Nama Rizki Juniansyah kembali bersinar usai mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga angkat besi dunia. 

Pemuda asal Banten ini berhasil menyumbagkan dua medali emas pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2022.

Tak hanya itu, pada kejuaraan yang diadakan di Heraklion, Yunani ini, Rizki juga  berhasil memecahkan rekor snatch dengan total angkatan seberat 341 kilogram. 

Namun di balik banyaknya capaian prestasi gemilang yang ditorehkan Rizki, ada perjuangan panjang yang ia lalui. 

Baca juga: Harumkan Nama Indonesia, Delegasi Kejuaraan Angkat Besi Dunia Junior 2022 Disambut Meriah di Bandara

Pria kelahiran 17 Juni 2003 ini mulai menekuni olahraga angkat besi sejak umur 12 tahun. 

Tiap hari, Rizki menjalani dua kali latihan, pagi dari pukul 09.00-11.00 WIB dan sore pada pukul 16.00-19.00 WIB. 

Dalam waktu yang panjang itu, suka dan duka ia alami untuk menjadi atlet angkat besi berprestasi. 

"Alhamdulillah proses saya dalam menekuni olahraga angkat besi cukup baik, karena saya memelihara pola latihan, makan dan istirahat," ungkapnya, Minggu (8/5/2022).

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Yakin Atlet Angkat Besi Bisa Raih Medali di SEA Games Vietnam

Rizki mengaku, banyak mengalami perjuangan berat selama menekuni olahraga angkat besi. 

Di awal kariernya sebagai atlet lifter, Rizki sudah dituntut banyak target kejuaraan angkat besi di tingkat nasional, maupun internasional. 

Bagi Rizki, untuk mempertahankan prestasi yang ia capai butuh usaha lebih, baik menjaga latihan, pola makan dan yang tak kalah penting istirahat cukup.

Prestasi yang Rizki capai ia persembahkan untuk Indonesia, Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), KONI, Kemenpora dan kedua orangtuanya. 

"Yang paling mengenang itu dari mengeluhnya saya merasakan rasa jenuh saat pelatihan, namun dari situ tumbuh semangat baru lagi," ungkapnya. (m38)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved