Selasa, 14 April 2026

Idul Fitri

Mengenal Tari Topeng Kelana Indramayu, Ini Pesan Maestro Wayang Golek Ki Warsad

Ini pesan maestro Wayang Golek Ki Warsad. Mengenal dari dekat Tari Topeng Kelana Indramayu, Jawa Barat.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Cahya Nugraha
Mengenal Tari Topeng Kelana Indramayu, Ini Pesan Maestro Wayang Golek Ki Warsad. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, INDRAMAYU - Mengenal Tari Topeng Kelana Indramayu, Ini pesan maestro Wayang Golek Ki Warsad.

Tari Topeng Kelana sudah dikenal oleh masyarakat umumnya masyarakat Indramayu, Jawa Barat.

Tari Topeng Kelana menggambarkan sifat buruk manusia yang dipenuhi dengan emosi dan amarah. 

Baca juga: Selama Mudik Lebaran, 300.000 Pengendara dari Jakarta Serbu Puncak Bogor

Gerakan tarian ini menggambarkan seseorang yang sedang mabuk, marah, tertawa dan lain sebagainya.

Baju kurung lengan pendek berwarna merah, mongkron sebagai penutup dada yang digunakan dari bahu sampai pinggang, selanjutnya ada sampur, kain penutup dan sumping.

Bagian kepala, terdapat Mahkota berwarna hitam, dengan bunga dari bandul berwarna Merah serta aksesoris gelang tangan dan Gelang Kaki.

Baca juga: Libur Lebaran, Wisata Budaya Sanggar Seni Jakabaru Indramayu Jadi Buruan Pemudik dan Fotografer

Selanjutnya paling Utama adalah Topeng, penggunaan dilakukan dengan cara digigit dari dalam.

Ki Warsad merupakan maestro wayang golek cepak sekaligus dalang dari Gadingan, Sliyeg, Indramayu, Jawa Barat.

Ia mengiringi penari dengan suara merdunya. Sambil sering kali memuji "iya, bagus", ucapnya.

Ki Warsad berpesan bagi masyarakat yang hendak berlatih kesenian tari ini bisa datang ke sanggarnya. Berlokasi di Gadingan, Sliyeg, Indramayu, Jawa Barat.

Semenjak lebaran Ki Warsad menuturkan banyak dari turis yang berkunjung ke sanggarnya untuk bisa mengenal kebudayaan ini lebih dekat.

"Tamu terakhir dari Amerika, ia kesini untuk mempelajari wayang, musik dan tari. Siapapun boleh datang, silahkan. Pintu saya terbuka untuk yang ingin belajar atau sekedar bertamu saja," ucapnya. 

Ki Warsad berharap bukan hanya turis mancanegara saja yang turut belajar kesenian ini, namun juga masyarakat Indonesia, agar kesenian dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tetap terus terjaga.

"Saya orang kecil, harapan saya cuma biar kesenian ini tidak punah. Apapun itu keseniannya mari dijaga bersama," katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved