Selasa, 28 April 2026

Kesehatan

Pemerintah Indonesia Perlu Perkuat Biosurveillance untuk Deteksi Penyebaran Penyakit

Pemerintah Indonesia Perlu Perkuat Biosurveillance untuk Deteksi Penyebaran Penyakit

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Ilustrasi Hepatitis A 

 

“Ini kan belum terbukti tapi semua program penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi dan vaksinasi itu nggak boleh kendor. Jangan sampai di tengah pandemi ini bermunculan wabah-wabah seperti ada campak, difteri, nah ini seperti terjadi di Jepang,” katanya.

 

Dikutip dari kompas.com, tiga anak yang dirawat di RSCM Jakarta Pusat meninggal dunia diduga karena hepatitis akut yang saat ini masih misterius.

Sebelumnya, kasus hepatitis akut yang misterius ini juga menimpa sejumlah anak di beberapa negara Eropa dan Asia.

 

Tiga pasien yang meninggal di Jakarta tersebut meninggal dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022. Pihak Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, hepatitis akut misterius tersebut belum diketahui penyebabnya.

 

Kemenkes masih melakukan investigasi mengenai penyebab kejadian hepatitis akut misterius tersebut melalui sejumlah pemeriksaan panel virus lengkap.

“Selama masa investigasi, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, dalam keterangan resmi pada Minggu (1/5/2022)

 

Pihaknya menyebutkan, ketiga pasien yang meninggal ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Nadia mengatakan, Kemenkes meningkatkan kewaspadaan dalam dua minggu terakhir usai Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak yang belum diketahui penyebabnya ini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

 

Nadia mengingatkan, orangtua perlu mewaspadai penyakit hepatitis akut misterius ini dengan mengamati sejumlah gejala.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved