Kamis, 16 April 2026

Begini Awal Cerita Akses Rumah Warga Terhalang Tembok SMKN 69 Jakarta

Rumah tinggal pria yang akrab disapa BR ini menjadi satu di antara puluhan rumah yang terhalang tembok sekolah itu.

Editor: Umar Widodo
Warta Kota/Ramadhan L Q
Bresman Marbun (61), warga di wilayah RT 011 RW 007 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, menceritakan awal mula rumahnya terdampak pembangunan tembok SMKN 69 Jakarta. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CAKUNG - Bresman Marbun (61), warga di wilayah RT 011 RW 007 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, menceritakan awal mula rumahnya terdampak pembangunan tembok SMKN 69 Jakarta.

Diketahui, rumah tinggal pria yang akrab disapa BR ini menjadi satu di antara puluhan rumah yang terhalang tembok sekolah itu.

Awalnya, lahan sekolah tersebut merupakan tanah kosong yang tidak berpagar.

"Jadi warga, siapapun bisa berakitivitas di sini. Artinya rumah-rumah kita memang karena tidak berpagar, kita melalui tempat ini. Dan bukan hanya warga sini saja yang melintas, karena ini jalan hidup. Bahkan pegawai PT, karena ini jalan potong yang lintas terbaik," ujarnya, saat ditemui pada Minggu (24/4/2022) siang.

"Saya tinggal di sini sudah 15 tahun, bahkan ada yang 20 tahun, ada yang 30 tahun tinggal di sini. Nah, seiring berjalannya waktu, ada program untuk membangun sekolah. Kita sambut dengan baik," lanjut dia.

Sebelum pembangunan SMKN 69, lahan yang tidak berpagar itu dibuat tembok terlebih dahulu pada awal 2019.

"Tapi bagi warga yang terdampak dengan penembokan, masih dikasih pintu-pintu di depan rumahnya. Akses jalan yang ada sama warga itu pun masih terhubung dengan Jalan Swadaya Rawa Badung, yaitu di depan MTS 31, MAN 20, SMA 107, lanjut lah itu ke SDN 15," kata BR.

Adanya pembangunan sekolah tersebut membuat BR dan warga lain yang rumahnya terdampak membentuk tim.

Mereka berharap ada jalan yang menghubungkan ke Jalan Swadaya Rawa Badung.

"Maka kita adakanlah pertemuan warga yaitu pada Agustus 2019. Nah terbentuklah tim untuk membuat atau menindaklanjuti pertemuan warga ini ke Disdik (DKI Jakarta). Itu lah kita buat surat tanggal 16 Desember 2019, terus kita lanjuti dengan surat tanggal 25 Februari 2020," ujar BR.

"Tetapi, begitu gedung ini selesai, jawaban surat itu dan realisasi jalan yang kita mohonkan sampai detik ini belum ada. Gedung sekolah mulai berakitivitas, rumah-rumah warga itu ditutup. Beberapa rumah, kalau dengar sekarang sudah sosialisasi. Tapi, kami belum pernah disosialisasikan. Nah begitu juga, 2019 atau 2020, sesudah pembangunan selesai. Itu warga sudah ditutup akses jalannya," sambungnya.

Setelah itu, BR sempat dipertemukan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta pada 20 Maret 2020.

Ia sempat dijanjikan dibuatkan jalan oleh Disdik DKI, tetapi belum terealisasi hingga saat ini. Akses rumahnya yang terhalang tembok SMKN 69 itu terjadi pada 14 April 2022.

"Saya dihubungkan dengan Disdik. Nah lalu saya dijanjikan “Untuk Pak Marbun, akan dibuatkan jalan”, karena beliau tahu istri saya sakit, sakit jantung. Nanti akan dibuatkan jalan dari depan (rumah) Pak Marbun langsung ke jalan Swadaya Rawabadung. Nah itulah yang kita tunggu-tunggu," kata dia.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved