Sabtu, 25 April 2026

Kriminalitas

Kisah Cinta Segitiga Berujung Maut, Pejabat Teras di Kota Makassar Jadi Otak Pembunuhan

Pejabat teras di Kota Makassar jadi otak pembunuhan. Kisah cinta segitiga berujung maut. Menyukai perempuan yang sama.

Editor: dodi hasanuddin
Tribunnews.com
Kisah Cinta Segitiga Berujung Maut, Pejabat Teras Pemkot Makassar Jadi Otak Pembunuhan. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MAKASSAR - Kisah cinta segitiga berujung maut, pejabat teras di Kota Makassar jadi otak pembunuhan.

Orang-orang sering bilang cinta itu buta atau dalam bahasa kerennya love is blind.

Lantaran butanya maka siapa saja dapat merasakan jatuh cinta. Termasuk mereka yang sudah memiliki pasangan.

Baca juga: Terima Aliran Dana DNA Pro Lesti Kejora dan Rizky Billar Diperiksa Polisi Hari Ini

Saking butanya orang-orang rela melakukan apa saja. Bahkan, untuk membunuh sekalipun.

Cinta buta itu pula yang dialami Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan.

Bahkan, yang terlibat seorang pejabat teras Pemkot Makassar. Dia pimpinan salah satu dinas di Pemkot Makassar.

Baca juga: Gara-gara Tabung Gas Bocor 4 Orang Karyawan Rumah Makan di Bekasi Dilarikan ke Rumah Sakit

Pejabat ini merupakan Kasatpol PP Kota Makassar berinisial MIA. Diduga pejabat ini menyukai perempuan di lingkungan Pemkot Makassar.

Ternyata perempuan tersebut juga disukai oleh pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang. Perlu diketahui kedua pria tersebut telah memiliki istri dan anak.

Akhirnya Najamuddin Sewang pun menemui ajalnya. Najamuddin tewas ditembak oleh suruhan Kasatpol PP Pemkot Makassar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto membenarkan penembakan yang membuat Najamudin tewas bermotif cinta segitiga. 

Otak penembakan Najamuddin adalah Kasatpol PP Kota MakassarPenembakan itu dilakukan lantaran otak penembakan dan korban menyukai perempuan yang sama.

"Jadi motif dibalik penembakan itu adalah cinta segitiga. Otak pelaku yang merupakan Kasatpol PP Kota Makassar dan korban, petugas Dishub Kota Makassar suka dengan perempuan yang sama," ujar Kombes Pol Budhi Haryanto.

Eksekutor Oknum Polisi

Kombes Pol Budhi Haryanto menyebutkan bahwa oknum polisi berinisial SL terlibat dalam penembakan pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang.

Oknum polisi tersebut bertugas sebagai eksekutor.

Baca juga: Cerita Alumni Universitas Indonesia Mendirikan Farmaklik, Mangharukan

Seperti terlihat dalam rekamaan CCTV, saat korban melintas di jalan mengendarai motor Mio hitam berplat nomor DD 4412 DY, di kiri belakang Najamuddin terlihat ada motor Beat dengan nomor polisi DD 5951 KD.

Hanya dalam hitungan detik tiba-tiba motor Najamuddin oleng dan jatuh. Ternyata Najamuddin terjatuh lantaran ditembak oleh oknum polisi berinisial SL yang mengendari motor Beat.

"Jadi untuk eksekutornya adalah oknum dari kita, oknum anggota Polri berinisial SL," kata Kombes Pol Budhi Haryanto.

Pistol Beli di Onlie dan Dapat Rp 85 Juta

Kombes Pol Budhi Haryanto menyampaikan bahwa pistol jenis Revolver yang digunakan oknum polisi dibeli dari online.

Setelah diselidiki ternyata penyedia pistol tersebut terkait dengan jaringan teroris.

Kemudian diketahui bahwa okonum polisi itu mendapat tanda terima kasih berupa uang tunai Rp 85 juta.

Dia menambahkan, masing-masing tersangka yakni IA, SL, HKN dan A. Keempat pelaku ini mempunyai peran berbeda.

Tersangka dalam kasus penembakan itu ada 4 orang. Mereka adalah IA, SL, HKN, dan A. Selain oknum polisi, merupka juga adalah oknum pegawai di lingkungan Pemkot Makassar.

"Jadi saya ulangi tidak ada teror di Kota Makassar ini, tapi ini adalah motif atau masalah pribadi," tandas Kombes Pol Budhi Haryanto.

Berita ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Polisi SL Eksekutor Penembakan Pegawai Dishub Makassar, Senjata Dibeli Online dari Jaringan Teroris  Penulis: Muslimin Emba 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved