Kabupaten Bogor
Harga Gas Tabung Mahal, Ade Yasin Dukung Program Jaringan Gas Bumi di Kabupaten Bogor
Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung program jaringan gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) yang digulirkan pemerintah pusat.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Harga gas Elpiji (LPG) nonsubsidi rumah tangga terus meningkat dalam setahun terakhir.
Di Jakarta dan sekitarnya, harga gas mencapai Rp 88.000 untuk tabung Bright Gas 5,5 kg dan Rp 187.000 untuk tabung Bright Gas 12 kg.
Untuk mengatasi persoalan harga gas Elpiji yang terus meningkat, pemerintah Kabupaten Bogor mendukung program jaringan gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) yang digulirkan pemerintah pusat.
“Saya kira ini sesuatu yang perlu kita dukung, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas dari pemerintah. Salah satunya Jargas,” kata Bupati Bogor Ade Yasin, Rabu (13/4/2022).
Dia menjelaskan keuntungan menggunakan Jargas adalah harganya lebih murah dibanding LPG.
"Emisi yang dihasilkan dari gas bumi lewat jargas adalah lebih ramah lingkungan dan tersedia setiap saat, sehingga tidak perlu keluar rumah mencari LPG, tuturnya.
Ade menerangkan harga gas tabung saat ini sudah mahal.
Sementara harga gas melon juga rencananya akan naik.
Baca juga: Wabup Iwan Ingin Bazar Ramadan yang Digelar Pemkab Bogor Bermanfaat Bagi Masyarakat
Padahal para pedagang kecil, UMKM dan lain-lain sangat bergantung pada gas ini dalam menjalankan usaha mereka.
"Solusi untuk masalah ini salah satunya melalui Jargas untuk rumah tangga. Jargas ini kan dihitung berdasarkan pemakaian, dan harganya lebih murah," ungkapnya.
Ade menambahkan pihaknya ingin melayani masyarakat di Kabupaten Bogor melalui jaringan gas untuk rumah tangga ini.
"Prrogram ini bertujuan untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah," tandasnya.
Baca juga: Terminal Baranangsiang Bogor Masih Sepi, Warga Baru Tanya-tanya Tarif Mudik Lebaran
Terpisah, Area Head Bogor PT. PGN, Agus Mustofa Hadi mengungkapkan PGN kini gencar menyosialisasikan rencana program Jargas pemanfaatan gas bumi untuk pelanggan rumah tangga.
“Program ini adalah program pemerintah terkait dengan pemanfaatan gas bumi dimana salah satu manfaatnya adalah untuk mengurangi ketergantungan LPG," kata Agus.
PT. PGN mendapatkan penugasan dari pemerintah terkait dengan pendistribusian pemanfaatan gas bumi untuk pelanggan, termasuk di Kabupaten Bogor.
Agus menyampaikan bahwa PGN sedang menggelar program jaringan gas PGN Sayang Ibu dengan produk Gaskita.
"Gaskita dapat menjadi solusi penggunaan energi gas bumi untuk hidup yang praktis, aman dan modern," tuturnya.
Baca juga: Tingkatkan RLS, Pemkab Bogor Segera Terbitkan Perda Pondok Pesantren
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan anggaran senilai Rp 2,6 triliun untuk 362.974 sambungan gas rumah tangga pada enam kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Enam kecamatan yang menjadi sasaran pemasangan jaringan tersebut yaitu Cibinong, Bojonggede, Sukaraja, Gunungputri, Citeureup, dan Babakanmadang.
Pemasangan jaringan gas dilakukan di 57 desa/kelurahan enam kecamatan tersebut.
Kini di Kabupaten Bogor telah terdapat jaringan gas rumah tangga sebanyak 5.120 sambungan, tersebar di Cibinong 2.006 sambungan dan Bojonggede 3.114 sambungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Bupati-Bogor-Ade-Yasin-dukung-jaringan-gas.jpg)