Sabtu, 2 Mei 2026

Metropolitan

Jaga Stabilitas Pangan Selama Ramadan hingga Lebaran, Pemprov DKI Jakarta Libatkan Satgas Pangan

Jaga Stabilitas Pangan Selama Ramadan hingga Lebaran, Pemprov DKI Jakarta Libatkan Satgas Pangan. Berikut Selengkapnya

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Pepen (50) salah seorang pedagang sembako di Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melibatkan Polda Metro Jaya dan Satgas Pangan untuk menjamin ketersediaan pangan selama bulan Ramadan hingga Idulfitri 1443 H pada Mei 2022 mendatang.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari beberapa BUMD pangan; Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian serta Bank Indonesia untuk mengamankan stok kebutuhan pokok tersebut.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, pemerintah daerah berupaya menjamin ketersediaan stok dan pasokan panga, serta menjaga kestabilan harga.

Caranya beragam, mulai dari monitoring dan pengawasan harga dan stok pangan strategis; monitoring dan pengawasan gudang penyimpanan; melaksanakan pangan subsidi; pasar murah dan pengamanan stok Ramadan.

“Pemprov DKI Jakarta telah bekerjasama dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan penindakan terhadap oknum yang melakukan penimbunan bahan pangan,” katanya yang akrab disapa Eli berdasarkan keterangan dari PPID DKI Jakarta pada Jumat (8/4/2022).

 

Eli menilai, momentum Ramadan kali ini cukup unik, yaitu terjadi saat situasi pandemi Covid-19 yang mulai pulih, tapi di global ada konflik antara Rusia-Ukraina.

Kata dia, situasi ini membuat pasokan pangan menurun sehingga harganya beranjak naik, namun permintaan meningkat selama bulan Ramadan.

 

Eli berharap upaya Pemprov DKI dan dukungan berbagai pihak dalam mengamankan stok dan pasokan pangan ini, dapat menjaga kekhusyukan beribadah, sekaligus memberi rasa nyaman dan aman bagi masyarakat saat beraktivitas di Jakarta.

Kata dia, monitoring dan pengawasan dilakukan melalui dua cara, pertama menyiapkan Platform Digital Pemantauan Harga yaitu Info Pangan Jakarta (IPJ).

 

Aplikasi ini memberikan informasi perkembangan harga pangan harian sebanyak 37 komoditas dari 48 lokasi pasar. Masyarakat juga bisa mengetahui informasi harga pangan melalui fitur JakPangan yang ada di super aplikasi JAKI.

 

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved