Narkoba
Gagalkan Peredaran Sabu 20 Kilogram Milik Jaringan Sumatera, Polres Jakpus Selamatkan 100.000 Jiwa
Gagalkan Peredaran Sabu 20 Kilogram Milik Jaringan Sumatera, Polres Jakpus Selamatkan 100.000 Jiwa. Berikut Selengkapnya
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat sukses menggagalkan distribusi sabu milik jaringan Sumatera di rest area Terpeka KM 269 Kecamatan Mesuji, Sumatera Selatan pada (23/3/2022).
Tercatat ada sebanyak lima orang tersangka dengan barang bukti sabu sebanyak 20,9 kilogram senilai Rp 30 miliar lebih.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Indraweinny Panjiyoga menjelaskan, lima tersangka yang diamankan berinisial ZF, SD, MR, RD dan DF adalah kurir.
Barang haram itu disembunyikan tersangka dalam sound sistem yang ada di mobil.
"Dari tangan kelima tersangka kami mengamankan narkoba jenis sabu sebanyak 20 bungkus dan setelah kami timbang berat totalnya mencalai 20,9 Kilogram," kata Panji di Mapolres Metro Jakarta Pusat pada Rabu (30/3/2022).
Menurut alumni Akpol 2004 ini, pengungkapan narkoba tersebut hasil pengembangkan kasus sebelumnya yang diungkap beberapa waktu lalu.
Setelah melakukan analisa, jaringan lintas Sumatera ini ternyata akan kembali menyelundupkan sabu ke Lampung dan Jakarta.
Sesuai arahan Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengky Haryadi, pihaknya melakukan penggagalan peredaran narkoba tersebut.
"Jadi kami mengedepankan preentif yaitu mencegah barang ini masuk ke wilayah Jakarta Pusat, setelah melakukan anaslisa mendalam tentang jaringan ini, kami mendapatkan informasi bahwa akan ada barang yang akan dikirimkan dari wilayah Sumatera ke Jakarta," tegasnya.
Baca juga: Konsep Pengendalian Banjir Masuk Nominasi WSIS Prizes 2022, Pemprov DKI Jakarta Minta Dukungan Warga
Baca juga: Permohonan Dikabulkan, Roby Geisha Jalani Rehabilitasi di BNNK Jakarta Selatan
Panji melanjutkan, pelaku sengaja menggunakan sound sistem untuk mengelabui aparat kepolisian.
Sayangnya aksi pengelabuan itu gagal dan ini menunjukan bahwa pelaku narkoba kalah pintar dengan polisi.
"Dari pengungkapan ini jumlah jiwa yang berhasil diselamatkan ada 100 ribu jiwa dan barang bukti ini bernilai Rp 30 miliar," ucapnya.