Narkoba

Tak Kunjung Hilang Walau Sering Digerebek, Sesepuh Kampung Boncos Ungkap Jurus Jitu Berantas Narkoba

Tak Kunjung Hilang Walau Sering Digerebek, Sesepuh Kampung Boncos Ungkap Jurus Jitu Berantas Narkoba. Berikut selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Jajaran Polres Metro Jakarta Barat melakuakn penggerebekan di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat pada Kamis (18/3/2022)  

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SEMANGGI - Tokoh masyarakat Kampung Boncos Azwar Laware apresiasi niat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang ingin mengubah citra kampung narkoba di sejumlah wilayah.

Pria yang sudah menetap di Kampung Boncos sejak tahun 1983 itu memberikan sejumlah saran untuk Fadil.

Kata Azwar, sejumlah LSM dan program pemerintah sudah sempat keluar masuk pada kampung tersebut.

Namun tidak ada satupun yang benar-benar setia sampai akhirnya budaya gelap Kampung Boncos berubah.

Biasanya, program itu hanya lewat lalu pergi saat pelatihan selesai. Padahal kata Azwar, warga Kampung Boncos memiliki kemauan untuk keluar dari bisnis gelap narkoba.

Pernah Azwar bertanya kepada ibu-ibu yang rela jadi calo narkoba dan dibayar Rp10 ribu perkali antar barang.

Jawaban ibu tersebut klasik, untuk membuat dapur tetap ngebul dan anak-anak tetap makan.

Baca juga: Maling Motor Berambut Pirang yang Viral di Cilincing Rupanya Sudah Delapan Kali Beraksi

Baca juga: Haris Azhar Jadi Tersangka Ketika Perjuangkan Tanah Papua : Itu Kehormatan kepada Saya

"Kata dia, kalau bisa antar satu barang (narkoba) lalu dapat Rp10 ribu maka lumayan bisa antar 10 barang maka bisa hidup sehari bersama keluarga," ujar Azwar dihubungi Sabtu (19/3/2022).

Maka kata Azwar, salah satu dasar permasalahan yang bisa diselesaikan pada Kampung Boncos ialah masalah ekonomi.

Warga harus dilatih ekonomi kreatif hingga benar-benar mandiri lalu program tersebut baru boleh pergi.

Azwar yakin hal itu akan efektif. Apalagi saat ini teknologi sudah berkembang pesat sehingga program juga harus berkaitan erat dengan kemajuan teknologi.

Kemudian, pemerintah juga harus mau melakukan operasi yustisi. Kata Azwar, banyak pengedar di wilayah itu bukanlah warga asli sekitar melainkan pendatang.

Sehingga pemerintah harus bisa memilah mana warga sekitar dan mana warga pendatang agar kampung itu benar-benar terbebas dari narkoba.

Terakhir, polisi juga harus serius dalam pembinaan. Mereka harus terlibat langsung dalam pembinaan dan melindungi para pendamping dari teror para bandar.

Sebab, tidak jarang para penggerak perubahan di kampung tersebut harus dihantui dengan ancaman saat menjalankan sejumlah program.

Azwar menyambut positif dengan sejumlah penggerebekan yang dilakukan kepolisian di Kampung Boncos.

Namun, ia menjamin segala macam penggerebekan itu tidak akan membersihkan masalah dari akar.

"Jadi harapan saya Kepolisian bisa benar-benar komitmen dalam membenahi kampung kami," tutur Azwar.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved