Jumat, 17 April 2026

Berita Bogor

Saat Hujan Petir Mancing di Kali Cipayung, Pemuda di Ciomas Bogor Tewas Disambar Petir

Pemuda di Ciomas Bogor tewas disambar petir. Peristiwa itu terjadi saat pemuda tersebut sedang mancing di Kali Ciapyung.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Saat Hujan Petir Mancing di Kali Cipayung, Pemuda di Ciomas Bogor Tewas Disambar Petir. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIOMAS - Saat hujan petir mancing di Kali Cipayung, pemuda di Ciomas Bogor tewas Disambar petir.

Ini peringatan buat kita semua. Tingkatkan keaspadaan saat terjadi hujan petir

DN (34), warga Ciomas, meninggal dunia karena  tersambar petir Kamis (17/3/2022).

Baca juga: Polisi Masih Buru Wanita Berinisial E Pemasok Sabu ke DJ Chantal Dewi

Peristiwa ini terjadi di wilayah Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Dramaga AKP Agus Suryana mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.45 WIB siang tadi.

"Korban sedang mancing ikan di Kali Cipayung, Ciomas, bersama rekannya dengan kondisi cuaca hujan dan petir," kata Agus, Kamis (17/3/2022) sore.

Baca juga: Maling Motor di Citeureup Ditangkap Pemiliknya, Diduga Penderita Gangguan Jiwa

Tak lama kemudian, terdengar suara petir dan menyambar korban.

"Korban tergeletak di tengah kebun karena tersambar petir," ujarnya.

Teman korban yang melihat kejadian tersebur langsung melaporkannya kepada pihak kelurga.

Lalu temannya membawa korban ke rumahnya. Tetapi sekitar jam 11.00 WIB korban meninggal dunia.

"Saksi meminta tolong kepada warga setempat dan menghubungi Kepala Desa Sukadamai," jelasnya.

Unit sabhara Polsek Drama Polres Bogor yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

"Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah," ungkap Agus.

Baca juga: Viral Kapolres Tangsel Gagalkan Eksekusi Rumah di Serpong, Kuasa Hukum : Saya Kecewa

Dia menambahkan jasad korban sudah dibawa keluarga untuk dimakamkan.

"Orangtua korban membuat surat pernyataan dan mengajukan untuk menolak otopsi dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Korban sudah di rumahnya untuk dimakamkan," pungkas Agus.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved