Sukmajaya Depok

Kabar Kecamatan Sukmajaya Depok, Pemkot Gelar Edukasi Perlindungan Anak di Kelurahan Mekarjaya

Kegiatan tersebut merupakan agenda lanjutan sebagai upaya menangani kasus tindak asusila yang terjadi di wilayah Depok.

Editor: murtopo
Diskominfo Kota Depok
Ketua TP-PKK Kota Depok, Bunda Elly Farida memberikan arahan dan motivasi dalam kegiatan edukasi gerakan perlindungan anak bagi masyarakat, di Aula Kantor Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (06/02/22). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SUKMAJAYA -- Warga Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya mendapatkan arahan dan motivasi tentang edukasi gerakan perlindungan anak  oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Kegiatan tersebut merupakan agenda lanjutan sebagai upaya menangani kasus tindak asusila yang terjadi di wilayah Depok.

Ketua TP-PKK Kota Depok, Elly Farida hadir dan turut memberikan arahan kepada warga setempat.

Bersama Konselor Puspaga, Indira Titi Hartuti, dirinya menyampaikan tentang proses pengasuhan di masa kini agar tumbuh menjadi anak yang tangguh.

Baca juga: Kabar Kecamatan Pancoran Mas Depok, Empat RW di Kelurahan Depok Jaya Terdampak Angin Kencang

"Kegiatan ini kolaborasi dengan DP3AP2KB roadshow keliling ke setiap wilayah di Kota Depok. Dengan harapan mewujudkan Depok Kota Layak Anak yang berketahanan keluarga," ujarnya saat ditemui di Aula Kantor Kelurahan Mekarjaya, Minggu (06/02/22).

Bunda Elly menjelaskan, menurut Hetherington dan Whiting, pengasuhan adalah proses interaksi total antara orang tua dengan anak.

Seperti pemeliharaan, pemberian makan, membersihkan, melindungi, dan proses sosialisasi anak dengan lingkungan sekitar.

Baca juga: Kabar Kecamatan Cilodong, Warga Cilodong Dapat Pasokan 900 Liter Minyak Goreng Lewat Operasi Pasar

Lebih jauh, dikatakannya, dalam mendidik anak yang tangguh dilakukan dengan metode SABAR. Yakni Senantiasa mengajarkan body image positif pada anak agar mencintai dirinya sendiri.

Kemudian, Ajarkan anak untuk membela dirinya sendiri saat ada hal yang berbahaya dan tidak menyenangkan terhadap dirinya.

Lalu, Berusaha mendampingi dan mengawasi anak saat mengenalkan pada dunia luar khususnya dunia digital (gadget).

"Selanjutnya, Anak mencontoh lingkungan terdekat dalam hal ini orangtua sebagai role model yang terbaik terutama ayah dan ibu bagi anak perempuannya. Terakhir, Refleksi dan evaluasi setiap hari bahwa amanah anak ini akan dipertanggungjawabkan orangtua dihadapan Allah SWT," terangnya.

Baca juga: Kabar Kecamatan Cimanggis Depok, Kelurahan Tugu Terbanyak Kasus Covid di Kota Depok

Di tempat yang sama, Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari menjelaskan, kegiatan ini juga sebagai bentuk layanan psikososial bagi warga agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap korban dan keluarga.

Sekaligus tidak meninggalkan traumatis warga terhadap peristiwa tersebut.

Tidak hanya kepada para orang tua, lanjut Nessi, pihaknya melalui Puspaga juga akan memberikan edukasi kepada anak-anak di Kota Depok agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari.

"Kami berharap angka kekerasan di Depok menurun, dengan adanya upaya Pemkot melakukan pencegahan kekerasan anak dan perempuan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved