Metropolitan
Optimal Layani Masyarakat, Anies Klaim Sukses Caplok Layanan Angkutan Umum di Ibu Kota
Optimal Layani Masyarakat, Anies Klaim Sukses Caplok Layanan Angkutan Umum di Ibu Kota. Berikut selengkapnya
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim, pemerintah daerah telah mencaplok layanan angkutan umum di Jakarta.
Artinya mayoritas transportasi umum dikuasai pemerintah demi melayani masyarakat dengan maksimal.
“Transjakarta rute sistem BRT diperluas dan Mikro Trans integrasi digandakan. Kami dulu hanya menutupi sekitar 30 persen, sekarang kami memiliki cakupan layanan 82 persen (angkutan umum),” kata Anies saat menjadi keynote speaker dalam acara U20 Jakarta E-Mobililty secara virtual di YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Selasa (1/3/2022).
Anies mengatakan, saat ini pemerintah daerah telah mengintegrasikan sejumlah layanan angkutan umum.
Mulai dari angkutan jalan hingga sampai angkutan berbasis rel dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta dan KRL Commuterline.
Bahkan saat ini, PT MRT Jakarta sedang melaksanakan konstruksi fase 2A yang akan selesai pada tahun 2027. Fase 2A ini menghubungkan antara Bundaran HI dengan Kota.
“Fase ini akan menghubungkan bagian utara kota sampai ke bagian paling selatan kota ini. Kami juga telah meningkatkan kapasitas angkutan umum sebesar 180 persen pada tahun 2020 dibanding tahun 2017,” ujarnya.
Baca juga: 4 juta Orang Masuk Jakarta Setiap Hari, Anies Ungkap Pentingnya Integrasi Transportasi Publik
Baca juga: Ungkap Jaringan Pengedar Uang Palsu, Polisi Sita 500 Ribu Lembar Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu
“Mengapa ini terjadi? karena kami ingin memastikan bahwa Peningkatan Kualitas transportasi umum kami tetap mengarah pada sistem transportasi yang adil untuk setiap individu di kota kami,” lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini.
Selain mengintegrasikan angkutan umum, pemerintah daerah juga mulai mengkampanyekan transportasi umum berbasis tenaga listrik. Seperti diketahui, sektor transportasi menghasilkan gas rumah kaca terbesar yang bisa merusak lingkungan.
“Kita semua adalah garis depan perubahan iklim dan kemacetan karena kami berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada tahun ini. Target kami adalah mencapai nol emisi pada tahun 2050. Jadi Jakarta, memprakarsai, berkelanjutan, mobilitas melalui sistem transportasi terintegrasi,” jelasnya.
“Sederhananya jelas bahwa kami mengubah kota kami dari waktu ke waktu , dari kota yang macet dan dipenuhi polusi udara menjadi salah satu kota terkemuka dengan transportasi yang aman nyaman dan berkelanjutan,” tambahnya.