DPRD Kota Bogor

Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Kecewa Masjid Agung Tak Kunjung Rampung, Mangkrak Selama 5 Tahun

Mangkrak selama 5 tahun, Fraksi PKS DPRD Kota Bogor kecewa Masjid Agung Kota Bogor tak kunjung rampung.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humpro DPRD Kota Bogor
Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Kecewa Masjid Agung Tak Kunjung Rampung, Mangkrak Selama 5 Tahun. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Fraksi PKS DPRD Kota Bogor kecewa Masjid Agung tak kunjung rampung, mangkrak selama 5 tahun.

Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, menyampaikan kekecewaannya kepada Wali Kota Bogor Bima Arya dan Pemerintah Kota Bogor dalam rapat Paripurna DPRD Kota Bogor, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: DPRD Kota Bogor Sahkan Perda Perubahan RPJMD, Tapi Ada 6 Catatan Penting yang Harus Dijalankan

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Dody Hikmawan menyatakan hal itu saat interupsi dalam rapat Paripurna pengesahaan Raperda Perubahan RPJMD Kota Bogor 2019 - 2024.

Dody menekankan pembangunan Masjid Agung yang sudah mangkrak selama lebih dari 5 tahun ini harus bisa diselesaikan tahun ini.

Baca juga: Pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Bogor Terhadap 3 Raperda Baru, Pekerja Asing Perlu Tenaga Pendamping

Dody kecewa lantaran penyelesaian pekerjaan pembangunan Masjid Agung molor dari target pada akhir Desember 2021, sehingga harus dilakukan perpanjangan pembangunan di 2022.

Apapun alasan dari kontraktor dan segala macam permasalahan teknis, harusnya menjadi perhatian bersama dan perlu diingatkan dalam rapat paripurna yang terhormat ini.

“Kita sudah melakukan sidak, baik dari komisi 3 di DPRD Kota Bogor, maupun sebelumnya sidak Fraksi PKS DPRD Kota Bogor. Terakhir, kami melihat awal februari ini dimana tenggat waktu perpanjangan 50 hari hampir habis, tidak nampak progress pembangunan yang signifikan," kata Dody.

"Padahal, pekerjaan lanjutan yang sudah dianggarkan di APBD 2022 oleh DPRD dan Pemkot tidak bisa dimulai jika pekerjaan 2021 belum selesai," tambahnya.

Dody juga meminta pihak kontraktor dan Dinas PUPR Kota Bogor untuk lebih serius melakukan pekerjaan pembangunan Masjid Agung yang memiliki waktu tambahan 50 hari kerja dari sejak awal tahun.

Bahkan, Dodi dengan tegas menekankan meminta Wali Kota Bogor untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak kontraktor jika pekerjaannya tidak bisa selesai tepat waktu atau tidak sesuai spesifikasi.

“Ucapan Wali Kota kita pegang ya, yang katanya mau menindak tegas siapapun yang menghambat pekerjaan ini. Apalagi kalau nanti kita temukan ada kejanggalan atau penyimpangan, tentunya kami mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk bergerak,” tegasnya.

Baca juga: DPRD Kota Bogor Bakal Panggil Dispora Soal Viral Hadiah Lomba Renang Berupa Voucher Rp 50 Ribu

Dengan molornya pembangunan Masjid Agung ini, Dody meminta pihak Pemkota Bogor untuk menyampaikan laporan pekerjaan di 2021.

Nantinya, berdasarkan laporan tersebut, Fraksi PKS akan memberikan pandangannya lagi terhadap rencana penyelesaian pembangunan Masjid Agung yang direncanakan diselesaikan tahun ini.

“Kita minta untuk dilakukan audit dan laporannya harus jelas dulu. Karena itu bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Jangan sampai, pekerjaan yang ini belum beres, ditambah lagi anggaran, malah molor juga. Naudzubillah ya,” tandasnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved