Selasa, 28 April 2026

Berita Depok

Tuntaskan Masalah Sampah di TPA Cipayung, Tiga Program Ini Jadi Fokus Pemkot Depok

Tuntaskan Masalah Sampah di TPA Cipayung, Tiga Program Ini Jadi Fokus Pemkot Depok. Berikut selengkapnya

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Tumpukan sampah di TPA Cipayung yang terletak di Kecamatan Cipayung, Kota Depok. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Guna mengatasi permasalahan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Cipayung, Kepala Unit Pelayanan terpadu (UPT) Cipayung Ardan mengatakan ada tiga program yang harus dijalani.

Bila tiga program tersebut dijalankan, Ardan mengatakan hal itu bisa mengatasi persoalan pengelolaan sampah di TPA Cipayung yang saat ini tengah kelebihan kapasitas.

Di antaranya adalah pengolahan sampah dengan menjaga ekosistem lingkungan, lalu membangun pengelolaan sampah dengan teknologi ramah lingkungan, serta Landfill Mining yakni menghabiskan sampah yang lama. 

"Sebenarnya titik pokok permasalahan di TPA Cipayung (pengelolaan). Kalau ketiga program ini (berjalan) tertangani, Insya Allah. Lingkungan sekitar aman dan ekosistem lingkungan terjaga baik," tutur Ardan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/1/2022).

Selain itu, Ardan juga mengatakan bila program-program tersebut terlaksana, maka dari sisi lingkungan menjadi lebih terkendali.

"Dari sisi lingkungan lebih terkendali karena sampah akan habis (di TPA Cipayung) paling untuk residu ya hanya 5 persen," tuturnya. 

Salah satu daerah yang telah menerapkan sistem Refused Derived Fuel (RDF), dikatakan Ardan adalah Cilacap, Jawa Tengah.

Di sana, sampah yang dikelolah merupakan sampah harian yang dimasukan ke dalam mesin pencacah dan juga mesin pengering.

Baca juga: Februari-Maret Diprediksi Terjadi Gelombang Ketiga, RSUI Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covd-19

Baca juga: Februari-Maret Diprediksi Terjadi Gelombang Ketiga, RSUI Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covd-19

Nantinya, sampah yang diolah dengan cara RDF akan dijadikan sebagai bahan bakar.

"Sampah yang dimasukan ke dalam mesin pengeringan selama 21 hari baru panen. Ini membutuhkan lahan dan waktu yang lama," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved