Virus Corona
Februari-Maret Diprediksi Gelombang Ketiga, RSUI Depok Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covd-19
Februari-Maret Diprediksi Terjadi Gelombang Ketiga, RSUI Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covd-19. berikut selengkapnya
Penulis: Alex Suban | Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Rumah Sakit (RS) Universitas Indonesia (UI) bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid yang diprediksi meningkat pada bulan Februari dan Maret mendatang.
Koordinator Sentra Vaksin RS UI, Sukihananto, mengatakan RS UI saat ini masih menjadi RS rujukan bagi pasien Covid-19 yang ada di kota Depok.
"Kalau kesiapan secara tempat dan perlengkapan kami siap. Karena tahun lalu 2021, kami juga menjadi rujukan pasien Covid-19 dan saat ini sebenarnya masih," kata Sukihananto saat ditemui di RS UI pada Jumat (21/1/2022).
Lebih lanjut, ujar Sukihananto, jumlah ruang perawatan khusus pasien Covid-19 di RS UI mengalami penurunan jumlah karena sebagian besar diubahfungsikan sebagai ruang perawatan non Covid-19.
"Karena kasusnya Covidnya menurun, kami juga menurunkan kapasitas. Yang dulu kami lebih dari 120, sekarang kapasitas kami untuk ICU Covid hanya 13 yang sebelumnya 30," sambungnya.
Ia menambahkan, saat ini ada 27 tempat tidur perawatan non ICU dari yang sebelumnya ada 90 tempat tidur.
Baca juga: Dibongkar Sejak Tiga Tahun Lalu, Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Hampir Rampung
Baca juga: Hari Kesembilan Gelar Vaksin Booster, Universitas Indonesia Sukses Vaksin 5000 Orang Lansia
"Jika terjadi peningkatan kasus, maka kami tinggal mengubah tempat saja. Dari ICU Non Covid menjadi Covid dan ruang perawatan Non Covid menjadi perawatan Covid. Ruang isolasi bertekanan negatif termasuk tenaga perawat insyaallah siap," jelas Sukihananto.
Pria yang juga menjabat sebagai sebagai Manajaer Kemitraan UI RS UI ini menambahkan, per hari ini ada 12 pasien Covid-19 yang dirawat di RS UI.
Dua orang pasien di antaranya dirawat di ruang ICU dan sepuluh pasien lainnya dirawat di ruang perawatan standar.
Adapun pasien yang dirawat di ruang ICU adalah mereka yang membutuhkan perawatan lebih intensif, seperti penggunaan ventilator.
Sementara, di ruang rawat standar diisi oleh pasien dengan penyakit yang memiliki gejala rendah.
"Jenis ruang perawatan tidak mempengaruhi lama waktu perawatan, itu tergantung dengan kondisin pasien. Kalau sudah membaik bisa pulang dan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan Puskesmas," ujar Sukihananto.
Pada kesempatan tersebut, Sukihananto menyebut kasus Covid-19 di RS UI terlihat mengalami kenaikan walau tidak signifikan.
"Secara signifikan belum terlihat ya, mungkin 1 sampai 2 orang peningkatan dari minggu kemarin ada. Tapi masih bisa terkendali sih, tidak signifikan," paparnya.
Pihak RS UI juga memiliki ruang perawatan Covid-19 khusus anak, khusus ibu melahirkan, dan ruang rawat lansia.
Perihal suplai obat dan oksigen, RS UI berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan.
"Manakala ada kebutuhan yang mendadak maka akan di drop, baik itu obat-obatan maupun oksigen," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Sentra-Vaksin-Rumah-Sakit-Universitas-Indonesia-RSUI-Depok-pada-Jumat-2112022.jpg)