Rabu, 22 April 2026

Promosi dan Degradasi

Ketum PP PBSI: Atlet Didegradasi dari Pelatnas Karena Kinerja dan Prestasinya Buruk 

Menurutnya, proses degradasi dari atau promosi ke Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, adalah hal yang biasa-biasa saja.

Editor: Umar Widodo
Humas PBSI
Ketum PP PBSI Agung Firman Sampurna meminta ajang seleknas yang akan mencari pemain muda baru serta adanya promosi dan degradasi jangan menjadi kontroversi 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Ketua Umum PBSI Agung Firman menyebut promosi dan degradasi adalah bagian tidak terpisahkan dari tata kelola federasi bulu tangkis nasional. 

Menurutnya, proses degradasi dari atau promosi ke Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, adalah hal yang biasa-biasa saja.

"Degradasi dan promosi itu bagian tidak terpisahkan dari tata kelola kita. Itu biasa-biasa saja," tutur dia. 

Ada sejumlah alasan seorang pebulu tangkis didegradasi dari pelatnas PBSI. 

Dua di antaranya yakni berkaitan dengan kinerja dan prestasi yang dipersembahkan sang atlet kepada Republik Indonesia.

"Kami menilai dari kinerja, kemudian berdasarkan pantauan para coach. Kalau kinerjanya bagus dan menjanjikan, pastinya akan diberikan kesempatan untuk promosi," tutur dia.

Alfito Pringgo Yudanto (Kalsel) berhasil meraih promosi ke Pelatnas PBSI setelah mengalahkan Iqbal Diaz Syahputra (DKI Jakarta), 21-14, 7-21, 21-11 pada nomor tunggal putra dewasa (Humas PBSI)
Alfito Pringgo Yudanto (Kalsel) berhasil meraih promosi ke Pelatnas PBSI setelah mengalahkan Iqbal Diaz Syahputra (DKI Jakarta), 21-14, 7-21, 21-11 pada nomor tunggal putra dewasa (Humas PBSI) (Humas PBSI)

Seorang atlet akan tetap bertahan di pelatnas PBSI bila memiliki kinerja yang baik dan berprestasi.

"Bisa masuk pelatnas kan mendapatkan berbagai macam fasilitas," tutur Firman.

"Sudah barang tentu kalau dalam waktu tertentu, misal setahun atau lebih ternyata prestasinya tidak memperlihatkan gambaran yang membaik, apa boleh buat akan kita degradasi," kata dia. 

Mendegradasi pemain dilakukan demi memberikan kesempatan bagi pebulu tangkis Tanah Air lainnya, untuk kemudian berjuang mengharumkan nama Indonesia di dunia.

Baca juga: Seleknas PBSI: Status Pemain Unggulan Bukan Jaminan, Justru Banyak yang Berguguran

Baca juga: Keponakan Markis Kido, Gerardo yang Berpasangan Dengan Gibran Lolos ke Pelatnas PBSI Cipayung

Baca juga: Mimpi Alfito Pringgo Yudanto Terwujud Masuk Pelatnas PBSI Cipayung dan Jadi Wakil Kalsel Pertama

"Kita harus memberikan kesempatan bagi mereka yang punya peluang untuk memberikan juara untuk bisa dipromosikan," tutur dia. 

"Jadi menurut pendapat saya biasa-biasa saja, akan kita laksanakan," tutur dia.

"Kemudian setelah kita lakukan pemantauan dengan kriteria-kriteria yang jelas, berdasarkan ketentuan kita dan penilaian profesional para pelatih, kita punya sport science juga di sini, kita akan SK kan nanti," pungkas dia. 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved