Berita Depok
PTM Penuh Digelar Pekan Depan, Wali Kota Depok Capaian Vaksinasi Anak Jadi Kendala
PTM 100 Persen Berlangsung Pekan Depan, Ini Kendala yang Dirasakan Pemkot Depok. Berikut Selengkapnya
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILODONG - Jika tak ada aral melintang, Pemerintah Kota Depok sedianya akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen pada semester kedua tahun ajaran 2021/2022 ini.
Proses belajar yang nantinya akan berlangsung pekan depan ini, dikatakan Wali Kota Depok Mohammad Idris dilandasi dari surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri.
Namun Idris mengatakan yang menjadi persoalan adalah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak di Kota Depok masih belum mencapai target.
Padahal, Pemkot Depok mencoba menggeber vaksinasi sebagai bagian dari upaya melancarkan jalan pelaksanaan PTM 100 persen.
Sebab, salah satu klausal yang ada di dalam SKB 4 Menteri tersebut, berisikan kepala daerah tak diperkenankan membuat syarat baru, ini artinya seluruh kewenangan berada pada SKB 4 Menteri, Pemda hanya menjadi pelaksana.
"Antisipasi kita (Pemkot Depok) adalah dengan memercepat vaksinasi peserta didik," kata Idris kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Depok, Grand Depok City, Cilodong, Depok pada Senin (3/1/2022).
Baca juga: Update Kasus Pencabulan Bruder Angelo, Hasil Visum & Kaos Korban Jadi Perdebatan Dalam Persidangan
Baca juga: Gara-gara Petugas Bandara Soetta Terpapar Omicron, Warga RW 04 Kalideres Jalani Tracing & Testing
Tindakan tersebut dilakukan Pemkot Depok lantaran dalam SKB 4 Menteri hanya mengatur persyaratan mengenai pelaksanaan PTM 100 persen bisa dilakukan, yakni jika vaksinasi terhadap tenaga pendidik telah 80 persen.
"Kita sudah 90 persen (tenaga pendidik di vaksin), no problem. Tapi, (vaksinasi) anak didik kita baru 62 persen, nah ini masalah. Sementara belajarnya Senin besok tanggal 10," katanya.
"Makanya saya minta dipercepat (vaksinasi) paling tidak 70-80 persen (sebelum PTM 100 persen di mulai), mudah-mudahan bisa 100 persen (vaksinasi)," akunya.
Sementara vaksinasi anak tingkat SMP, Idris mengatakan proses vaksinasi telah berada di angka 80-90 persen.
"Maksudnya (PTM) 100 persen adalah pelaksanaan PTM tanpa pengecualian, jadi, semua jenjang (pendidikan) termasuk SMA PTM. Makanya kami kolabirasi ke Provinsi (Jawa Barat) juga, karena anak-anaknya (SMA) ada di Depok," jelas Idris.
"Kalau Provinsi enggak mau kolaborasi ya kita kelabakan juga," tegasnya.