Kamis, 30 April 2026

RSUP Persahabatan Siap Antisipasi Lonjakan Varian Omicron Paska Libur Natal dan Tahun Baru

RSUP Persahabatan sudah ditunjuk Kemenkes untuk menangani penderita Covid-19 varian Omicron dari sedang, berat dan kritis.

Tayang:
Editor: murtopo
Warta Kota/Mohamad Yusuf
RSUP Persahabatan, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PULOGADUNG - Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) sudah menyiapkan antisipasi lonjakan Covid-19 varian Omicron paska libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Direktur Utama RSUP Persahabatan dr Agus Dwi Susanto mengatakan, langkah pertama yang diambil adalah mengatur alur unit gawat darurat (UGD)

Nantinya di UGD bakal ada peningkatan kapasitas untuk pasien Covid-19 bila ada lonjakan kasus.

"Saat ini 50 persen dan nanti akan meningkat menjadi 100 persen (kapasitasnya)," kata dia, Kamis (23/12/2021).

Kedua, pihaknya mempersiapkan tempat tidur dan juga meningkatkan untuk pasien Covid-19 selama terjadi lonjakam kasus Omicron.

Baca juga: Wali Kota Depok Mohammad Idris Pastikan Belum Ada Varian Omicron di Kota Depok

Total tempat tidurnya sebanyak 285 dan pihaknya mempersiapkan sumber daya manusia untuk merawat pasien Covid-19.

"Baik dokter umum, dokter spesialis dan perawat kami siapkan," tegas dia.

Jika mobilitas SDM RSUP Persahabatan tidak cukup, maka pihaknya bakal meminta bantuan ke relawan yang sudah pernah diminta bantua saat Covid-19 tahun lalu.

Bahkan relawan dari Kementerian Kesehatan juga bakal diminta untuk membantu RSUP Persahatan.

"Ketiga kami juga siapkan sarana dan prasarana medis seperti obat, oksigen dan lainnya," tegas dia.

Baca juga: Waspada Omicron, Ridwal Kamil Minta Kepala Daerah Siagakan Rumah Sakit, Oksigen dan Alat Kesehatan

Agus melanjutkan, penanganan kasus Covid-19 varian Delta dan Omicron tidak ada perbedaan karena sama-sama virus ada pada tubuh manusia.

Namun, RSUP Persahabatan sudah ditunjuk Kemenkes untuk menangani penderita Covid-19 varian Omicron dari sedang, berat dan kritis.

Sebab, penderita varian Omicron dengan kondisi berat dan kritis perlu adanya penanganan secara intensif medik.

"Kami akan tingkatkan ICU, saat ini ICU kami baru bisa menampung tiga pasien dan nanti akan kami maksimalkan menjadi 40 orang," tegas dia.

Baca juga: Jokowi Tunda Keberangkatan Jemaah Umroh Imbas Temuan Omicron, Kemenag Minta Masyarakat Ambil Hikmah

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved