Kesehatan
Kenali Diabetes Melitus dan Cegah Komplikasinya
DM adalah gangguan metabolisme yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat gangguan dalam produksi insulin, dan atau gangguan fungsi insulin.
(10) ibu yang melahirkan bayi lebih dari 4 kg.
Baca juga: Waspada Omicron, Ridwal Kamil Minta Kepala Daerah Siagakan Rumah Sakit, Oksigen dan Alat Kesehatan
"Untuk menentukan seseorang diabetes, orang itu harus memeriksakan kadar gula darahnya, tidak bisa hanya berdasarkan gejalanya," kata dokter Rulli.
Menurutnya, seseorang tidak langsung menjadi diabetes. Hal itu, dimulai dari normal menjadi prediabetes lalu diabetes.
"Seseorang dikatakan diabetes apabila gula darah puasa (GDP) ≥ 126 mg/dl, gula darah post pembebanan glukosa (GDPP) 200 mg/dl, dan Hba1C ≥ 6,5 persen," katanya.
Pasien DM Meningkat
Mengacu data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional, pasien diabetes di Indonesia terus meningkat.
Pada 2007 persentase-nya sebesar 5,7 persen meningkat menjadi 6,9 persen (2013) lalu meningkat lagi menjadi 10,9 persen (2018).
Apabila penduduk Indonesia berjumlah 250 juta berarti ada sekitar 25 juta penduduk Indonesia yang mengalami diabetes atau yang biasa disebut diabetesi.
"Selain itu, proporsi diabetes usia muda di Asia Tenggara lebih tinggi dibandingkan wilayah lain," kata dokter Rulli.
Di Asia Tenggara didominasi usia paruh baya (40- 59 tahun) diikuti usia muda (20- 39 tahun).
Berbeda dengan di Eropa yang didominasi penduduk usia tua (60- 79 tahun).
Baca juga: Menteri Kesehatan RI Ceritakan Awal Mula Penemuan Varian Omicron yang Terdeteksi di Wisma Atlet
Gambaran klinis pada pasien diabetes di bawah usia 40 tahun di Asia, menunjukkan banyak tipe 2 dan sering diawali dengan kegemukan serta 80 persen ada riwayat keluarga.
"Yang menjadi masalah dalam diabetes adalah komplikasinya, seperti stroke, penyakit kardiovaskular, neuropati diabetik, gangguan ginjal, dan gangguan mata," ujar dokter Rulli.
Sedangkan DM tipe 2 pada usia muda menimbulkan komplikasi yang lebih agresif, komplikasi pada pembuluh darah kecil dan besar lebih cepat timbulnya.
Selain itu, berkurangnya usia harapan hidup, mortalitas lebih nyata dibandingkan populasi umum, mortalitas lebih nyata dibandingkan tipe 1, dan komplikasi pembuluh darah besar lebih lebih nyata dibandingkan tipe 1.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Penyandang-diabetes-melitus-DM.jpg)