Jumat, 24 April 2026

Kriminalitas

Bawa Sajam hingga Pukuli Polisi, Sekjen Pemuda Pancasila Berbesar Hati, Minta Maaf untuk Anggotanya

Bawa Sajam hingga Pukuli Polisi, Sekjen Pemuda Pancasila Berbesar Hati, Minta Maaf untuk Anggotanya yang sudah memicu kerusuhan saat unjuk rasa

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Sekjen Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (13/12/2021) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kerusuhan hingga aksi pemukulan anggota Pemuda Pancasila dalam aksi unjuk rasa di DPR beberapa waktu lalu disesalkan banyak pihak.

Tidak terkecuali Sekjen Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman.

Atas hal tersebut, dirinya berbesar hati dan meminta maaf atas kesalahan para anggota Pemuda Pancasila.

Permintaan maaf itu disampaikannya saat diperiksa kepolisian Senin (13/12/2021) di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan.

Arif mengakui bahwa anggotanya cukup emosional karena statemen yang dilayangkan anggota DPR RI Junimart Girsang.

Sebab menurutnya, pernyataan Junimart terkait dengan marwah Ormas tersebut.

Meski begitu kata Arif, pihaknya telah mengimbau agar aksi demonstrasi itu berlangsung damai.

Namun pada akhirnya aksi itu berakhir rusuh hingga beberapa anggota ditahan karena membawa senjata tajam dan mengeroyok anggota polisi.

"Saya secara organisasi mengakui bahwa ada kesalahan dan kami salah karena ada beberapa oknum-oknum kami yang membawa sangkur dan senjata tajam dan melakukan pengeroyokan terhadap pihak kepolisian yaitu AKBP Dermawan Karosekali," jelasnya.

Baca juga: Sekjen Pemuda Pancasila Jalani Pemeriksaan Lima Jam, Dicecar Polisi Soal Instruksi Bawa Sajam

Baca juga: Polisi Cari Dalang yang Disebut Loloskan Rachel Vennya dari Karantina Selain Oknum Petugas Bandara

Atas hal tersebut, Arif mengaku tengah melakukan perbaikan di organisasi tersebut.

Misalnya saja dengan membuat kartu anggota yang berdasarkan barcode dan berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK).

Pemuda Pancasila juga tengah membenahi masalah seragam dan sedang merapihkan struktur.

"Agar jenjang kami dari jenjang nasional sampai  RT/RW atau ranting itu bisa berjalan efektif saat ada komando dari pusat," tuturnya.

Ia juga berjanji akan menindak tegas 21 anggota yang saat ini berstatus hukum sebagai tersangka di Polda Metro Jaya.
Kata Arief, saat ini para anggota PP tersebut diberikan bantuan hukum oleh Ormas karena menganut asas praduga tak bersalah.
Namun, apabila proses hukum sudah selesai dan menyatakan bahwa ke-21 anggota bersalah maka pihak PP akan memecat para anggota tersebut.
"Kami masih anut proses praduga tak bersalah. Jadi masih kami berikan bantuan hukum sampai prosesnya selesai," jelas Arief.
Sekjen Pemuda Pancasila Dicecar Polisi Soal Senjata Tajam

Polisi ungkap pertanyaan yang dilayangkan kepada Sekjen Pemuda Pancasila Arif Rahman. Salah satunya untuk memastikan tak ada intruksi bawa senjata tajam dalam aksi unjuk rasa.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan Arif Rahman dimintai klarifikasi atas peristiwa unjuk rasa yang berakhir ricuh.

Polisi meminta keterangan terkait 16 anggota Pemuda Pancasila (PP) yang kedapatan membawa senjata tajam saat unjuk rasa di depan Gedung DPR RI.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved