Komunitas Ciliwung Depok Layani Penyembuhan Fobia Ular Secara Cuma-cuma
Andi mengatakan, selama ini sudah ada 5 orang yang menjalani terapi penyembuhan. Mayoritas para peserta memiliki perasaan traumatik terhadap ular.
Penulis: Alex Suban | Editor: murtopo
Laporan Tribun News Depok, Muhamad Fajar Riyandanu
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Komunitas Ciliwung Depok (KCD), menyediakan layanan penyembuhan fobia hewan reptil secara cuma-cuma.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KCD, Muhammad Andi saat ditemui di Basecamp KCD pada Minggu (12/12/2021), siang.
Andi mengatakan, selama ini sudah ada 5 orang yang menjalani terapi penyembuhan. Mayoritas para peserta memiliki perasaan traumatik terhadap ular.
"Kalau ada teman-teman yang fobia ular bisa juga datang ke sini, nanti ketemu dengan Mas Elang, dia konsen di bidang itu," kata Andi.
Baca juga: Kisah Para Penjaga Kali Ciliwung: Lebih dari Sekadar Bersih-bersih Sampah
Dalam prosesnya, ujar Andi, para peserta akan melewati tahap-tahap tertentu seperti melihat ular, menyentuh ular, dan tahap yang terakhir adalah bermain dengan ular. Adapun bermain yang dimaksud adalah mulai dari mengeluarkan ular dari kandang, menyentuh, hingga menaruh kembali ke kandangnya.
"Tahapanya dari melihat dulu, nyentuh, sama handling sendiri. Mereka yang trauma itu sebetulnya orang yang benar-benar gak kenal sama ular. Kan ada peribahasa tak kenal maka tak sayang," sambung Andi.
Baca juga: Peringati Hari Ciliwung 2021, GCB Luncurkan Ekowisata dan Eduwisata di Sungai Ciliwung
Andi pun mengajak kepada warga yang memiliki fobia kepada ular untuk datang ke basecamp Komunitas Ciliwung Depok yang terletak di bawah jembatan Jalan Bulevard Grand Depok City. Tempat ini berada persisi di samping aliran Kali Ciliwung.
"Sudah ada 5 orang. Kita dapatnya secara gak langsung. Orang yang main ke sini tiba-tiba teriak, pingsan, sesak nafas. Terus ditanya 'mau sembuh dari fobia ular?'," ujarnya.
Baca juga: Wisata Arung Jeram Depok Buka Tapi Dibatasi, Komunitas Ciliwung Fokus untuk Penanganan Banjir
Pada kesempatan tersebut, Andi menjelaskan bahwa tingkat waktu kesembuhan dari orang yang mengidap fobia ular bervariasi. Tergantung dari pribadi masing-masing peserta.
"Tergantung orangnya sih, ada yang 5 kali datang, ada juga yang 10 kali datang. Nah, yang bikin cepat atau enggak itu ya orangnya sendiri. Mereka rata-rata ada traumatik dari kecil," papar Andi.
Selama menjalani penyembuhan phobia ular, para peserta akan didampingi oleh anggota KCD, termasuk Mas Elang. "Semua anggota bisa (menjadi mentor), karena ada yang paham dan ngajari ke anggota lain. Jadi nular saja. Belajar bersama, dulu saya juga gak berani sama ular," pungkas Andi. (M29).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ketua-Komunitas-Ciliwung-Depok-Muhammad-Andi-saat-ditemui-di-Basecamp-KCD.jpg)