Sabtu, 9 Mei 2026

Wisata Depok

Wisata Arung Jeram Depok Buka Tapi Dibatasi, Komunitas Ciliwung Fokus untuk Penanganan Banjir

Saat ini Komunitas Ciliwung fokus penanganan banjir, Wisata Arung jeram Depok buka tapi dibatasi. Lokasinya di Grand Depok City.

Tayang:
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Mochammad Dipa
Wisata Arung Jeram Depok Buka Tapi Dibatasi, Komunitas Ciliwung Fokus untuk Penanganan Banjir. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Wisata arung Jeram Depok buka tapi dibatasi, saat Ini Komunitas Ciliwung fokus penanganan banjir.

Pandemi Covid-19 membuat kondisi basecamp Komunitas Ciliwung Depok (KCD) yang berlokasi di Jalan Boulevard Grand Depok City, atau tepatnya di bawah jembatan Grand Depok City ini kondisinya tampak sepi.

Baca juga: Ini Pengakuan Nagita Slavina agar Terlihat Cantik Saat Hamil. Ternyata Sederhana, Simak Caranya

Berdasarkan pantauan Tribunnewsdepok.com, Sabtu (18/9/2021), tampak dua orang anggota KCD yang sedang membersihkan sejumlah peralatan yang ada di KCD seperti tenda dan membersihkan beberapa fasilitas yang ada di basecamp.

Menurut anggota KCD Ligar Sonagar Risjhoni, sebelum pandemi biasanya basecamp dari komunitas yang bergerak dibidang kelestarian alam khususnya sungai Ciliwung ini dipakai untuk kegiatan konservasi.

Kemudian juga edukasi kelestarian alam terutama dibantaran sungai Ciliwung yang melibatkan banyak orang.

"Boleh dikatakan sama sekali selama pandemi ini stagnan banget, tidak ada kegiatan yang memang melibatkan massa yang banyak. Di masa pandemi ini apabila ada kunjungam dari masyarakat kita batasi jumlahnya," ucap pria yang kerap disapa Igor, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Dukung Pemecatan Pegawai Tak Lolos TWK, Fahri Hamzah Puji Ketua KPK: Hanya Firli yang Tahu

Meski demikian, lanjut Igor, selama pandemi Covid-19, KCD melakukan kegiatan bakti sosial dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan oleh beberapa anggota KCD.

"Kita juga sempat adakan bakti sosial untuk penanganan Covid-19, seperti membagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat sekitar," ucapnya.

 

Untuk saat ini, KCD sedang fokus membuat sebuah konsep pertolongan bencana sesuai dengan standar protokol kesehatan pandemi Covid-19.

"Kami juga persiapan untuk menghadapi bencana banjir yang biasa terjadi akhir tahun, bagaimana penanganannya karena sulit juga ketika ada sebuah bencana atau kecelakaan terjadi terutama disungai pada masa pandemi karena harus ada prosedur, makannya kita berupaya terus, mencoba membuat konsep agar tidak bersinggungan dengan standar Covid-19," ujar Igor.

Baca juga: Krisdayanti Umbar Fantastisnya Penghasilan Anggota DPR, Said Didu: Ada Penghasilan yang Belum Dibuka

Sementara menurut anggota KCD lainnya yakni Trisna, selama pandemi yang dilakukan KCD adalah selain kegiatan bersih-bersih basecamp, pihaknya juga melakukan bersih-bersih sungai dan menyemai bibit pohon untuk ditanam disekitar tepian sungai.

"Selama pandemi untuk kegiatan yang ngundang banyak orang kita batasi dulu.
Jadi kegiatannya lebih ke internal anggota KCD yaitu bersih-bersih basecamp, ngerawat tanaman dan mengambil sampah-sampah plastik yang ada disungai," ucap Trisna.

Ada Ular di Aquarium

Meski basecamp KCD ini berada di kolong jembatan, namun suasananya tidak terlihat kotor atau kumuh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved