Jumat, 1 Mei 2026

Berita UI

Dokter-Djawa School Cikal Bakal Lahirnya Universitas Indonesia

Cikal bakal Universitas Indonesia dalam sejarah awalnya adalah bernama Dokter-Djawa School.

Tayang:
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Mochammad Dipa
Gedung Rektorat Universitas Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Mochammad Dipa

TRIBUNNEWSDEPOK.COM - Bagi warga Depok, siapa yang tak kenal Universitas Indonesia?

Perguruan tinggi negeri ini juga menjadi incaran banyak calon mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia.

Tapi tahukah Anda, bahwa cikal bakal Universitas Indonesia dalam sejarah awalnya adalah bernama Dokter-Djawa School.

Seperti dilansir laman resmi Universitas Indonesia, Senin (22/11/2021), Dokter-Djawa School merupakan sekolah tinggi ilmu kesehatan, khususnya ilmu kedokteran yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1849.

Nama Dokter-Djawa School diresmikan pada Januari 1851.

Baca juga: Sosok Yoki Yulizar Dekan FMIPA UI yang Terkenal dengan Ilmu Material dan Teknologi Rekayasa

Di akhir abad 19, tepatnya di tahun 1898, nama Dokter-Djawa School berubah menjadi School tot Opleiding van Indische Artsen (School of Medicine for Indigenous Doctors) atau dikenal juga sebagai STOVIA.

Selama 75 tahun STOVIA berfungsi sebagai tempat pendidikan terbaik untuk calon dokter di Indonesia, sebelum ditutup pada 1927.

Namun demikian, sebuah Sekolah Kedokteran kemudian dibangun bersama dengan empat sekolah tinggi lain di beberapa kota di Jawa.

Sekolah tinggi tersebut adalah Technische Hoogeschool te Bandoeng (Fakultas Teknik) yang berdiri di Bandung pada 1920, Recht Hoogeschool (Fakultas Hukum) di Batavia pada 1924, Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (Fakultas Sastra dan Kemanusiaan) di Batavia pada 1940, dan setahun kemudian dibangunlah Faculteit van Landbouwweteschap (Fakultas Pertanian) di Bogor.

Baca juga: Prof. Yoki Yulizar Dekan FMIPA UI 2021-2025, Janji Lakukan Pembenahan

Lima sekolah tinggi tersebut merupakan pilar dalam menciptakan the Nood-universiteit (Universitas Darurat), yang dibangun pada tahun 1946.

Memasuki zaman kemerdekaan (1947-1960an), Nood-universiteit berganti nama menjadi Universiteit van Indonesië pada tahun 1947 dan berpusat di Jakarta.

Universiteit van Indonesië kemudian disatukan menjadi “Universiteit Indonesia” pada 1950. Universitas ini mempunyai Fakultas Kedokteran, Hukum, Sastra dan Filsafat di Jakarta, Fakultas Teknik terletak di Bandung, Fakultas Pertanian di Bogor, Fakultas Kedokteran Gigi di Surabaya, serta Fakultas Ekonomi ada di Makasar.

Fakultas-fakultas yang berada di luar Jakarta kemudian berkembang menjadi universitas-universitas terpisah di antara tahun 1954-1963.

Baca juga: Fakta Sejarah Universitas Indonesia, Tak Pernah Ada Pengesahan Lambang Makara Hingga Jaket Kuning

Universitas Indonesia (UI) di Jakarta mempunyai kampus di Salemba dan terdiri dari beberapa Fakultas seperti: Kedokteran, Kedokteran Gigi, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Sastra, Hukum, Ekonomi, dan Tehnik.

Pada perkembangan selanjutnya berdirilah Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, llmu Komputer dan kemudian Fakultas Keperawatan.

Masuk era tahun 1970an, Universitas Indonesia memiliki tiga lokasi kampus yaitu di Salemba, Pegangsaan Timur dan Rawamangun. Kemudian di tahun 1987, berdirilah kampus Universitas Indonesia di Depok.

"Memang UI itu berdiri di Depok tahun 1987, tapi sebenarnya UI itu nggak hanya ada di depok saja karena sebelumnya selain UI di Salemba, ada juga kampus di Rawamangun juga. Kepindahan UI dari Rawamangun ke Depok juga memang karena ada kebutuhan dari pemerintah untuk kampus UI menempati lahan yang lebih luas lagi," ujar Kepala Bagian Publikasi dan Informasi Biro Humas dan KIP UI, Ardiansyah, kepada TribunnewsDepok.com, Senin (22/11).

Baca juga: Universitas Indonesia Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2021

Setelah kampus UI di Depok didirikan di atas lahan seluas 320 hektare, lanjut Ardiansyah, kampus Rawamangun yang mencakup beberapa fakultas dipindah, sementara kampus Salemba masih dipertahankan untuk Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi dan Program Pascasarjana.

"Di Rawamangun itu dulunya ada Fakultas Psikologi, FISIP, Fakultas Sastra dan Fakultas Hukum," ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, saat ini kampus UI di Depok telah mendirikan dua fakultas baru yakni Farmasi dan Ilmu Administrasi, kemudian mendirikan program pendidikan Vokasi dan dua sekolah, yaitu Sekolah Kajian Stratejik dan Global serta Sekolah Ilmu Lingkungan. (dip)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved