Pemkot Depok
Ini Tips dari Petugas Damkar dan Penyelamatan Depok Agar Ular Tidak Masuk ke Rumah Warga
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok memberikan sejumlah cara mencegah ular masuk ke dalam rumah.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Warga diminta untuk waspada terhadap ancaman ular yang berkeliaran di permukiman warga, terutama pada saat musim penghujan.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok memberikan sejumlah cara mencegah ular masuk ke dalam rumah.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah.
Seperti dilansir dari berita.depok.go.id Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan pada Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Welman Naipospos menuturkan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pencegahan tersebut.
Pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan area kebun, pindahkan dan tata ulang barang-barang yang disimpan dan buang sampah secara rutin.
Baca juga: Mahasiswa IPB Meninggal di Kebun Kampus, Diduga Digigit Ular Kobra
Kedua, pasang lem tikus untuk membasmi tikus yang ada di rumah, karena tikus memancing ular datang.
"Ketiga, setelah hujan selalu cek lubang-lubang di halaman dan sekitar rumah yang kering dengan diterangi senter memastikan tidak ada ular," katanya kepada berita.depok.go.id, Jumat (19/11/21).
Lanjut dia, keempat, gunakan pewangi ruangan di rumah, wangi yang menyengat tidak disukai ular karena mengganggu penciumannya terhadap mangsa dan musuh.
Baca juga: Damkar Depok dan Damkar Kabupaten Bogor Sinergi Evakuasi Ular Cobra di Rumah Warga
Jika dalam kondisi darurat bisa menghubungi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 atau tim rescue Damkar Depok 021-77827280.
"Tidak perlu panik jika ada ular masuk ke rumah. Hindari menyentuh, memegang atau menangani ular jika tidak terlatih," katanya.
Dikatakan Welman, Hanya 20 persen ular di sekitar kita berbisa tinggi. 80 persen lainnya yang tidak berbahaya dan bermanfaat.
Di pulau Jawa, ada 110 an spesies ular, yang berbisa tinggi sekitar 16-17 spesies saja.
"Kenali, Waspada, tapi jangan bunuh ular," tutupnya.
Saatnya ular menetas
Sementara itu Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengimbau warga untuk waspada terhadap ancaman ular yang berkeliaran di permukiman warga, terutama pada saat musim penghujan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Petugas-Damkar-dan-Penyelamatan-Depok-saat-melakukan-evakuasi-terhadap-ular.jpg)