Kabar Artis
Berawal Dari Patah Hati, Nino RAN Awali Karir Bermusiknya
Saat patah hati, yang ada dalam pikiran Nino adalah bikin lagu dan bagaimana agar perempuan yang disukainya itu bisa melihatnya.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Penggemar musik Indonesia pasti tak asing lagi dengan profil Anindyo Baskoro atau Nino Kayam (RAN). Baru-baru ini Nino mengungkapkan kisah pada awal karirnya yang ternyata dimulai karena patah hati.
"(Saat SMA) Suka, sama temen gua cewe, tapi gak dapet, pas lagi patah hati patah hatinya, gatau kenapa yang gua lakuin adalah bikin lagu," ujar Nino di YouTube Vindes pada Rabu (17/11/2021) malam.
Saat patah hati, yang ada dalam pikiran Nino adalah bikin lagu dan bagaimana agar perempuan yang disukainya itu bisa melihatnya.
Tak ada kesengajaan, tak lama ternyata sekolahnya dulu membuat acara Pentas Seni, kebetulan pengisi acaranya adalah Rayi (RAN) dan Juga Asta (RAN) yang saat itu menjadi Kakak kelasnya.
Baca juga: Longsor di Kali Pesanggrahan, Sadeli Harap Dapat Penggantian Tanah dan Bangunan dari Pemkot Depok
Karena kenal, Nino bertanya kepada Asta, jika mereka rekaman biasanya dilakukan dimana, saat itu Asta menawarkan untuk melakukan itu dirumahnya saja.
"Yaudah akhirnya gua ke rumah Asta rekam lagu ini, take lagu itu, pas jadi, denger kok enak ya lagunya," tambah Nino.
Lagu untuk perempuan yang disukainya itu tak rilis dan tak berjudul, namun menurutnya meskipun ujungnya tak bersama, ternyata perempuan yang pernah ia sukai itu cukup senang, karena dibuatkan lagu olehnya.
Namun meski kehilangan gebetan, Nino merasa bersyukur dari situlah dirinya mendapatkan cintanya terhadap musik.
Beberapa waktu kemudian, karena sudah hafal rumah Asta, kembalilah ia bermain, kebetulan saat itu Asta mendengarkan satu musik yang belum diisi oleh lagu.
Baca juga: dr. Rinal Dhuhri yang Dibayar Seikhlasnya Ternyata Lulusan Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh
Sempat berbeda genre musik, karena Rayi dan Asta lebih menyukai lagu-lagu barat sedangkan Nino suka lagu Indonesia seperti Kahitna, akhirnya Nino diminta untuk mengisi musik yang sudah ada itu.
"Yaudah jadilah itu lagu yang 'kurasa ku telah jatuh cinta' pada waktu itu," terang Nino.
Mulai dari situ, Nino menyadari bahwa mungkin Tuhan memberikan cinta, bukan tentang mendapatkan perempuan, tetapi cinta untuk musiknya hingga saat ini. (Ikhwana Mutuah Mico)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Saat-patah-hati-yang-ada-dalam-pikiran-Nino-adalah-bikin-lagu.jpg)