DPRD Kota Depok

Soal Banjir Salahkan Bogor, Ini Pernyataan Menohok Anggota Komisi C DPRD Kota Depok Babai Suhaemi

Wali Kota Depok salahkan Bogor soal banjir, anggota Komisi C DPRD Depok Babai Suhaemi nilai itu bukan jawaban pemimpin.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Mochammad Dipa
Soal Banjir Salahkan Bogor, Ini Pernyataan Menohok Anggota Komisi C DPRD Kota Depok Babai Suhaemi 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SUKMAJAYA - Soal Banjir Salahkan Bogor, Ini Pernyataan Menohok Anggota Komisi C DPRD Kota Depok Babai Suhaemi 

Pernyataan Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang menyebutkan banjir di Kota Depok merupakan limpahan dari Kabupaten Bogor dan menganggap Kota Depok hanya bermasalah genangan air menuai kritik dari anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Baca juga: 2 Rumah Rusak Akibat Longsor di Sukamakmur Bogor, Iwan Setiawan Minta Pengungsi Segera Ditangani

Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Babai Suhaemi, menilai hal yang disampaikan Wali Kota Depok itu bukanlah jawaban dari seorang pemimpin.

"Menurut saya lebih bagus Pemkot secara jujur katakan iya kami memang selalu kewalahan apalagi ini merupakan kejadian alam yang tidak bisa diprediksi, nggak usah harus mengatakan ini sebatas genangan dan kedua hanya kiriman dari Bogor, ini bukan jawaban seorang pemimpin menurut saya," sebut Babai kepada TribunnewsDepok.com, Selasa (16/11/2021).

Baca juga: Ini Tanggapan Ade Yasin Soal Tudingan Wali Kota Depok Tentang Banjir Kiriman dari Bogor

Babai menambahkan bahwa Pemkot harus bisa membedakan antara genangan dan juga banjir kiriman.

"Kalau airnya cuma setengah sentimeter (cm) ya boleh disebut genangan tapi kalau airnya sampai 50 cm apa itu dibilang genangan? Kita harus bedain dunk mana itu genangan dan mana itu kiriman? Ini permasalahannya setiap hujan turun cukup banyak, margonda banjir, kartini banjir, di beberapa titik yang lain juga sama, pedalaman juga banyak yang banjir. Pertanyaannya apakah itu banjir kiriman?," jelas Babai.

Menurut Babai, yang dikatakan banjir kiriman jika sejumlah kali yang ada di Depok meluap.

"Yang dikatakan kiriman itu kemungkinan kalau depok nggak hujan lantas kali ciliwung meluap, kali pesanggrahan meluap dan kali baru meluap, kan gitu. Nah kalau di depok hujan dan yang meluap bukan kali itu saja tapi sampai ke daratan kan itu nggak bisa dikatakan kiriman," ucapnya.

Baca juga: Stok Darah di Kota Depok Menipis, Rumah Sakit Hermina Gelar Donor Darah

Babai berharap, Wali Kota Depok jangan mencari-cari alasan bahwa banjir di Depok adalah kiriman. Masalah banjir menjadi kewajiban Pemkot Depok untuk segera diselesaikan.

"Itu kewajiban Pemkot yang harus diselesaikan, mau itu air dari mana. Sebaiknya Wali Kota menyiapkan mesin-mesin pompa penyedot air dan menyidak pintu-pintu air," ujar Babai.

Baca juga: Guru Besar FT UI Prof. Setyo Sarwanto Mursidik Sebut 7 Solusi Hadapi Permasalahan Air di Indonesia

Babai menilai, sebaiknya Pemkot Depok tidak memberikan pernyataan yang mengalihkan sebuah persoalan seolah-olah sesuatu yang bukan terjadi di Depok.

"Nggak usahlah berkata mengalihkan sebuah persoalan seolah-olah sesuatu yang bukan terjadi di Depok, yang dikampung- kampung aja banjir kok. Ini diakibatkan persoalan drainase kota yang tidak berfungsi," pungkas Babai. (dip)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved