Breaking News:

Berita Kabupaten Bogor

Terkait Penataan RTH di Puncak, Gus Udin Minta Ketegasan Pemerintah Pusat

Terkait Penataan RTH di Puncak, Gus Udin Minta Ketegasan Pemerintah Pusat. Berikut Alasannya

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan meninjau pembangun rest area Gunungmas di Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor pada Kamis (11/11/2021). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor kesulitan memenuhi kebutuhan minimal 55 persen ruang terbuka hijau (RTH) di Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Hal itu disebabkan karena banyaknya pemegang HGU (Hak Guna Usaha) di kawasan Puncak yang melakukan komersialisasi lahan untuk membangun hotel, villa dan restoran.

Terkait hal itu, anggota Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor Saepudin Muhtar mengatakan Pemkab Bogor meminta ketegasan pemerintah pusat untuk menghentikan komersialisasi HGU ini.

"Pada peringatan Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2021 kemarin, Bupati Ade minta agar  komersialisasi HGU dihentikan. Ini domainnya pemerintah pusat," kata Saepudin pada Jumat (12/11/2021).

Menurut pria yang biasa disapa Gus Udin ini, langkah ini penting karena komersialisasi HGU ini cukup signifikan menyumbang kerusakan ekosistem alam di Puncak

"Jadi kalau berbicara tentang Puncak, statement Bupati Ade untuk menghentikan komersialisasi HGU sudah tepat. Tidak cukup dengan kebijakan bupati, tetapi harus dengan Peraturan Presiden," ujarnya.

Baca juga: Jadi Warisan Budaya Indonesia Tak Benda, Babai Suhaemi Sebut Gong Si Bolong Identitas Budaya Depok

Baca juga: Dorong Kepulihan Ekonomi Kreatif, Mohammad Idris Borong Aneka Kuliner di Gebyar Seni Budaya & UMKM

Seiring dengan penghentian komersialisasi ini, lanjut Gus Udin, langkah strategis berikutnya adalah bagaimana mengembangkan wisata berbasis alam (ekowisata) di kawasan ini.

Dia mengambil contoh ekowisata Eiger Adventure Land yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.

"Dari 300 hektar HGU ekowisata Eiger, hanya 10 persen yang dipakai untuk kegiatan wisata. Itu pun untuk pengembangan ekowisata," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved