Jumat, 8 Mei 2026

Sawangan Depok

Warga Korban Banjir di Pasir Putih Sawangan Minta Pemkot Depok Rapihkan Kali Pesangrahan

Dengan kejadian ini, Udin berharap Pemkot Depok dapat segera mengambil tindakan, agar kejadian serupa tak terus menerus terjadi.

Tayang:
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com / Vini Rizki Amelia
Warga korban banjir di Pasir Putih, Udin Kaget menunjukkan sisa-sisa lumpur akibat banjir luapan Kali Pesangrahan di RT 03/04 Blok Wadas, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Selasa (9/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SAWANGAN - Mendiami rumah yang sudah ada sejak dirinya kecil, Udin Kaget (49) mengaku baru ini dirinya terpaksa mengungsi lantaran istana kecil nan sederhananya itu terendam air luapan Kali Pesangrahan.

Bencana yang menerjang pada Minggu (9/11/2021) sekira pukul 17.00 WIB membuat Udin beserta istri dan anaknya meninggalkan rumah dan tinggal sementara di rumah tetangga yang berjarak sekian meter dari lokasi.

Udin merupakan warga RT 03/04 Blok Wadas, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, atau hanya berjarak tak lebih dari 10 meter dengan Kali Pesangrahan.

"Ya terpaksa ngungsi karena banjirnya sampai setinggi dada saya, khawatir makin malam malah makin tinggi lagi, makanya kita ngungsi, tidur di rumah tetangga," papar Udin Kaget kepada TribunnewsDepok.com di lokasi kejadian, Selasa (9/11/2021).

Banjir di kawasan Blok Wadas, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan mulai surut, kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa melintas, Selasa (9/11/2021).
Banjir di kawasan Blok Wadas, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan mulai surut, kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa melintas, Selasa (9/11/2021). (TribunnewsDepok.com / Vini Rizki Amelia)

Baca juga: Curah Hujan Tinggi Berpotensi Banjir Bandang di Bogor, Ade Yasin Imbau Masyarakat Siaga Banjir

Saat kejadian, Udin mengaku dirinya dan istri beserta anak sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba, air datang yang semakin lama menutupi hampir seluruh kediamannya sejak pukul 15.00 WIB.

Ya, seperti pengakuannya, ini kali pertama luapan Kali Pesangrahan menerjang rumahnya hingga ketinggian sekitar tiga meter.

"Saya tinggal dari dulu, dari awal ikut orang tua, sudah puluhan tahun. Tapi baru ini banjir sampai masuk rumah, biasanya cuma di jalanan doang (banjirnya)," kata Udin.

Semua perabot rumah tangga termasuk televisi dan barang lainnya, dikatakan Udin hanyut mengambang terbawa air.

Tebalnya lumpur membuat dirinya dan istri, serta keluarga korban dari dua rumah yang ada di kiri dan kanannya, turut kerja bakti membersihkan sisa banjir agar bisa segera ditempati kembali.

Baca juga: VIDEO Banjir Hingga 3 Meter dan Tanah Longsor Melanda Sejumlah Wilayah di Kota Depok

Bahkan saat TribunnewsDepok.com menyambangi rumahnya itu, Udin masih tampak membersihkan kayu-kayu dari sisa banjir yang terbawa air.

"Capeknya kan bersih-bersihnya juga ya, kalau soal kerugian enggak usah ditanya dah, mau bagaimana lagi?" Tandasnya.

Kondisi di sekitar lokasi dikatakan Udin memang kerap banjir, meski dirinya sudah sempat mengadukan hal itu kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, namun hingga kini diakuinya tak ada realisasi.

"Wali Kota pernah ke sini, tahun 2019. Bilangnya, sabar nanti dirapihkan. Tapi sampai sekarang mana tuh, enggak ada, janji doang," akunya.

Udin pun mengaku rumahnya yang menjadi korban banjir sebelumnya telah di renovasi yang dananya diambil dari koceknya sendiri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved