Beji Depok
Pengendara Motor Protes Optimalisasi Lajur Lambat Lantaran Masih Banyak Mobil Parkir di Badan Jalan
Dari pantauan TribunnewsDepok.com, tak sedikit pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Margonda Raya dengan menggunakan lajur cepat.
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Meski telah diberikan imbauan untuk menggunakan lajur lambat bagi para pengendera roda dua atau sepeda motor, namun hingga kini masih terus terlihat para pengendara motor yang tetap menggunakan lajur cepat.
Dari pantauan TribunnewsDepok.com, tak sedikit pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Margonda Raya dengan menggunakan lajur cepat yang diperuntukan bagi kendaraan roda empat (pribadi) atau lebih.
Wahyudin (45) salah seorang pengendara roda dua mengatakan, kebijakan untuk menggunakan lajur lambat bagi motor dinilainya kurang tepat.
"Karena lajur lambat sering macet, angkot juga sering berhenti mendadak. Belum lagi masih ada mobil-mobil yang parkir di badan jalan, jadi mengganggu jalan kan," tuturnya kepada TribunnewsDepok.com di kawasan Jalan Margonda Raya, Beji, Kota Depok, Senin (25/10/2021).
Senada dengan Wahyudin, Mamat (35) salah seorang pengemudi ojek online juga mengritisi penerapan tersebut lantaran di kawasan Jalan Margonda Raya masih kerap padat di lajur lambatnya.
Terlebih, kata dia, untuk di kawasan Jalan Margonda Raya menuju Jakarta tepatnya selepas pertigaan lampu merah Juanda tak ada pembatas trotoar sebagai pembeda antara lajur lambat dan lajur cepat.
"Kalau saya bilang sih setengah-setengah niatnya ya, kalau memang mau dibuat lajur lambat ya diteruskan saja trotoarnya sampai ke dekat flyover UI (Universitas Indonesia)," tuturnya.
Baca juga: Ganjil Genap di Jalan Margonda Raya Masih Terus Digodok, Pelaku Usaha dan Warga Ikut Dilibatkan
"Apalagi setelah Detos (Depok Town Square) itu kan banyak banget mobil yang parkir di badan jalan, terlebih angkot pada ngetem sembarangan. Kalau mau tertib ya ditertibkan dulu mobil atau angkot yang pada berhenti sembarangan," akunya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok melakukan kegiatan guna optimalisasi penggunan lajur lambat yang berlangsung di Simpang Ramanda, Beji, Kota Depok, Kamis (21/10/2021).
Kegiatan tersebut sebagai salah satu cara untuk mengajak masyarakat tertib dalam berlalu lintas utamanya bagi pengendara roda dua.
Baca juga: Soal Kebijakan Ganjil Genap di Jalan Margonda, Sekda Kota Depok: Belum Final
Imam mengatakan, ajakan tersebut dimaksudkan agar masyarakat terhindar dari kecelakaan ketika berkendara.
"Pengendara motor roda dua wajib menggunakan lajur lambat untuk menjaga keselamatan," tuturnya seperti dikutip dari situs resmi Pemeirntah Kota Depok, Senin (25/10/2021).
Sementara Kanit Kamsel Satlantas Polres Metro Depok Elly Padiansari mengatakan optimalisasi jalur lambat-cepat dilakukan seiring dengan kembalinya penindakan tilang Polres Metro Depok bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
"Bukannya ada diskriminasi antara kendaraan roda dua dan empat ya tapi optimalisasi ini diperlukan untuk mengurangi potensi kecelakaan dan tinkat keparahan luka akibat kecelakaan di jalur cepat," kata Elly.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Pengendara-motor-tampak-terlihat-di-pertigaan-lampu-merah-Juanda.jpg)