Belasan Santri Pondok Pesantren di Kota Depok Terpapar Covid-19
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok Asnawi mengatakan, belasan santri tersebut diketahui terinfeksi pada Sabtu, 16 Oktober 2021.
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIMANGGIS - Setelah beberapa hari lalu seorang siswa SMPN 10 Sawangan terinfeksi Covid-19, kini hal yang sama juga terjadi di Pondok Pesantren Babusalam, Cimanggis, Kota Depok.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok Asnawi mengatakan, belasan santri tersebut diketahui terinfeksi pada Sabtu, 16 Oktober 2021.
“Itu pekan lalu, kalau nggak salah hari Sabtu. Ya itu kan awalnya informasinya setelah ditemukan ada kasus, tim kami para penyuluh datang kesana, Alhamdulillah enggak ada masalah sudah tertangani untuk isolasi,” papar Asnawi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (21/10/2021).
Guna memutus penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok itu, tindakan berupa tracing langsung dilakukan kepada mereka yang kontak erat dengan pasien.
Baca juga: Seorang Siswa SMPN 10 Depok Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kegiatan PTMT Dihentikan Sementara
Meski belasan terpapar, Asnawi mengaku pihaknya menyerahkan penutupan atau lockdown kepada pimpinan pondok pesantren.
“Gini, kalau kebijakan ditutup atau tidak itu kan pesantren beda ya lembaga pendidikannya. Kalau pesantren kan semuanya tergantung pada pimpinannya," tuturnya.
"Tapi kita pemerintah menyarankan agar yang terpapar untuk diisolasi mandiri di suatu tempat, kemudian yang kira kira agak parah bisa dibawa ke rumah sakit,” paparnya.
Baca juga: VIDEO Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono Tinjau Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Sementara dari Penyuluh Agama Islam pada Kecamatan Cimanggis, Abdul Hajar menjabarkan, belasan santri itu totalnya 17 orang.
Di mana semua yang positif Covid-19 itu tengah menjalani isolasi mandiri di salah satu lantai yang ada di pondok pesantren.
Isolasi dilakukan dengan memisahkan santri yang terkena Covid-19 dengan santi lainnya. Ke 17 santri tersebut masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).
Baca juga: Sekolah Mulai Gelar PTMT, Ini Kata Camat Cipayung Hasan Nurdin
“Sudah ditangani, di tes di sana, dan saat ini sedang isoman di sana. Alhamdulilah hanya 17 orang, tapi kondisinya sehat, OTG dan harus isolasi mandiri 14 hari,” ujar Abdul.
Diketahui dari ke 17 santri tersebut mengalami gejala demam.
Namun Abdul mengaku pihaknya tak mengetahui dari mana asal penyebab belasan santri tersebut terpapar Covid-19.
"Yang dilakukan pengelola ponpes saat ini memperketat protokol kesehatan dalam ponpes," akunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Belasan-santri-Pondok-Pesantren-di-Kota-Depok-terpapar-Covid-19.jpg)