Kamis, 9 April 2026

Sawangan Depok

Gentong Air Belanda di Bedahan Riwayatmu Kini

Berlokasi di Jalan Sulaiman, tepatnya di Perumahan Bukit Tamphayan River View, gentong dari baja ini berdiri kokoh di tiang penyangga.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Gentong air raksasa peninggalan jaman Belanda di Jalan Sulaiman, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok  Minggu (17/10/2021). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SAWANGAN - Wilayah Bedahan di Kecamatan Sawangan, termasuk tempat bersejarah di Depok.

Kawasan ini merupakan lahan perkebunan karet milik pemerintah Hindia Belanda.

Salah satu bukti sejarah yang memperkuat hal ini adalah adanya gentong air berukuran besar di Kelurahan Bedahan.

Berlokasi di Jalan Sulaiman, tepatnya di Perumahan Bukit Tamphayan River View, gentong dari baja ini berdiri kokoh di tiang penyangga dengan ketinggian sekira 10 meter.

Baca juga: Tugu Batu Sawangan, Simbol Perlawanan Rakyat Depok Melawan Penjajahan Belanda

Encat Satria bin Gotam Thamrin (66), tokoh masyarakat Bedahan, mengatakan gentong yang ada di Bedahan ini merupakan tempat penyimpanan air untuk pabrik pengolahan getah karet milik Belanda.

"Gentong itu untuk simpan air bagi kebutuhan pabrik karet yang berlokasi di sekolah Al Araf saat ini," kata Encat, Minggu (17/10/2021).

Dia menjelaskan kawasan Sawangan zaman dulu merupakan hutan karet sehingga ada pabriknya sejak zaman Belanda.

"Wilayah Bedahan ini hingga Pasir Putih dan Citayam dulunya perkebunan karet," ujarnya.

Baca juga: Sejarah Gedung Yayasan Lembaga Cornelis Charatelein di Depok

Dia mengaku masih ingat saat-saat terakhir pabrik karet itu beroperasi.

Kebetulan ayah Encat, Gotam Thamrin bin Hasan, menjadi salah satu pekerja perkebunan karet usai kemerdekaan.

"Saya ingat dulu saat pabriknya masih ada hingga saat pembongkaran," ungkapnya.

Untuk ketersediaan air bagi pabrik karet itu, pemerintah Belanda membuat kanal dari Situ Bedahan/Situ Gugur.

"Situ itu sengaja dibendung oleh Belanda untuk mengalirkan air ke arah pabrik karet," jelasnya.

Selain untuk pabrik karet, kanal itu juga digunakan untuk mengairi sawah yang ada di kawasan Sawangan.

Baca juga: Taman Wisata Pasir Putih Kembali Dibuka, Pengelola Batasi Pengunjung Hanya 25 Persen

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved