Selasa, 19 Mei 2026

Banjir

Update Tinggi Muka Air di Wilayah Depok, Bogor hingga Jakarta Hari Ini, Sabtu (16/10/2021)

Update Tinggi Muka Air di Wilayah Depok, Bogor hingga Jakarta Hari Ini, Sabtu (16/10/2021). Simak Selengkapnya

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kondisi Bendung Katulampa masih di level aman pada Selasa (22/1/2019) pukul 13.37 WIB. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Update tinggi muka air di seluruh pintu air (PA) di Jakarta, Bogor dan Depok pada Sabtu (16/10/2021).

Hingga pukul 07.00 WIB sebagian besar pintu air terpantau berstatus Siaga 4 atau normal.

Berdasarkan rilis Dinas SDA DKI Jakarta di laman @DinasSDAJakarta, Sabtu pagi menyebutkan, ada dua pintu air yang  berstatus ke Siaga 3 atau waspada, yaitu PA Pasar Ikan dan PA Marina, Jakarta Utara.

Sejak pukul 02.00 WIB, tinggi muka air di seluruh pintu air (PA) di Jakarta, Bogor dan Depok berstatus Siaga 4 atau normal.

Baca juga: Cegah Banjir di Kawasan Perbatasan Depok-Jakarta Selatan, Lima Waduk di Kawasan TMR Dikeruk

Baca juga: Simpang Mampang Kebanjiran Lagi, Warga Minta Pemkot Depok Benahi Kampung, Tak Hanya Kawasan Margonda

Hingga Sabtu pukul 06.00 WIB, kondisi tersebut tidak berubah. Baru pada pukul 07.00 WIB, PA Pasar Ikan dan PA Marina Ancol, Jakarta Utara naik status ke Siaga 3 atau waspada.

Apa itu Siaga 3? Siaga 3 artinya, hujan yang terjadi menyebabkan terjadinya genangan air di lokasi-lokasi tertentu tetapi kondisinya masih belum kritis dan membahayakan.

Meski demikian bila status siaga III sudah ditetapkan, masyarakat sebaiknya mulai berhati-hati dan mempersiapkan segala sesuatunya dari berbagai kemungkinan bencana banjir.

Baca juga: Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Nilai Target Banjir Jakarta Surut 6 Jam Adalah Angka yang Bijak

Baca juga: Antisipasi Banjir Jakarta, KemenPUPR Didesak Taati Regulasi Terkait Proyek Pompa Sentiong Ancol

Siaga 3, penanganannya diserahkan pada masing-masing suku dinas pembinaan mental dan kesejahteraan sosial (Bintal Kesos) di masing-masing wilayah.

Lalu, bagaimana dengan kondisi cuaca di sekitar pintu air pada pukul 07.00 WIB?

Menurut Dinas SDA DKI Jakarta di laman @DinasSDAJakarta, Sabtu pagi menyebutkan, kondisi cuaca di sekitar pintu air seluruhnya terang, tak terkecuali cuaca di sekitar Bendung Katulampa Bogor.

Untuk lebih jelasnya, silakan simak update tinggi muka air di 13 pintu air yang dirilis Dinas SDA DKI Jakarta Rabu pukul 07.00 WIB, sebagai berikut:

Baca juga: Anies Keluarkan Jurus Jitu 942-DV Projects untuk Hadapi Banjir Jakarta, Apa Itu?

1. Pesanggrahan ketinggian 75 cm dengan cuaca terang (Siaga 4)

2. Angke Hulu ketinggian 45 cm dengan cuaca terang (Siaga 4)

3. Katulampa ketinggian 10 dengan cuaca terang (Siaga 4)

4. Depok ketinggian 85 cm dengan cuaca terang  (Siaga 4)

5. Manggarai ketinggian 565 cm dengan cuaca terang   (Siaga 4)

Baca juga: Wagub DKI Ahmad Riza Patria Akui Atasi Banjir Jakarta Tak Semudah Membalikkan Tangan

6. Krukut Hulu ketinggian 30 cm dengan cuaca terang  (Siaga 4)

7. Karet ketinggian 250 cm dengan cuaca terang  (Siaga 4)

8. Waduk Pluit ketinggian minus 190 cm cuaca terang    (Siaga 4)

9. Pasar Ikan (kali/laut)  ketinggian  -235/180 cm cuaca terang  (Siaga 3)

10. PA Marina Ancol (kali/laut) ketinggian 174/173 dengan cuaca terang  (Siaga 3)

Baca juga: Ustaz Hilmi Bilang Banjir Jakarta Mudah Diatasi Jika Anies Jadi Presiden, Ade Armando Respon Begini

11. Cipinang Hulu ketinggian 90 cm dengan cuaca terang (Siaga 4)

12. Sunter Hulu ketinggian 80 cm dengan cuaca terang   (Siaga 4)

13. Pulo Gadung ketinggian 330 cm dengan cuaca  terang (Siaga 4).

Yuk, Mengenal Arti Status Siaga Tinggi Muka Air, Sang Pertanda Datangnya Banjir

Sebelum banjir melanda Ibu Kota, BPBD DKI Jakarta akan merilis bahwa beberapa pintu air telah menunjukkan kenaikan muka air dan status siaganya.

Seperti Pintu Air Manggarai yang statusnya naik menjadi Siaga 2 dan Pintu Air Karet yang berstatus Siaga 1.

Baca juga: PSI Tuding Anies Baswedan Gagal Susun Prioritas Kerja dan Anggaran Penanggulangan Banjir Jakarta

Status pintu air ini sebenarnya bisa dijadikan acuan masyarakat untuk mengatasi banjir yang datang.

Lantas, bagaimanakah kita bisa membaca status ketinggian muka air tersebut?

Seperti yang tertuang pada Modul Sistem Informasi Banjir yang disusun oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi Kementerian PUPR, status siaga banjir merupakan hasil analisa dari informasi yang didapatkan dari stasiun-stasiun pengamatan Tinggi Muka Air (TMA) yang ada di sungai-sungai.

Semakin tinggi TMA-nya, kian tinggi pula status siaganya.

Siaga 4: Belum ada peningkatan debit air secara mencolok. Komando di lapangan, termasuk membuka atau menutup pintu air serta akan dikemanakan arah air cukup dilakukan oleh komandan pelaksana dinas atau wakil komandan operasional wilayah.

Siaga 3: Hujan yang terjadi menyebabkan terjadinya genangan air di lokasi-lokasi tertentu tetapi kondisinya masih belum kritis dan membahayakan.

Meski demikian bila status siaga III sudah ditetapkan, masyarakat sebaiknya mulai berhati-hati dan mempersiapkan segala sesuatunya dari berbagai kemungkinan bencana banjir.

Siaga 3, penanganannya diserahkan pada masing-masing suku dinas pembinaan mental dan kesejahteraan sosial (Bintal Kesos) di masing-masing wilayah.

Siaga 2: Bila wilayah genangan air mulai meluas, maka akan ditetapkan Siaga II, penanggungjawab untuk siaga 2 ini adalah Ketua Harian Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi (PBP) yaitu Sekretaris Daerah.

Siaga 1: Bila dalam enam jam genangan air tersebut tidak surut dan kritis maka ditetapkan Siaga I.

Penanggung jawab penanganan status siaga I langsung di tangan Gubernur.

Baca juga: Ramai Diperbincangkan Usai Nasehati Anies Soal Banjir Jakarta, Yuk Mengenal Romo Benny Susetyo

Jakarta memiliki 11 pintu air dengan standar status siaga yang berbeda-beda. Tinggi Muka Air yang paling aman adalah Status siaga IV.

Ada baiknya mengenali tanda-tanda terjadinya banjir dengan mengamati curah hujan yang turun, terutama jika terjadi hujan lebat atau berlangsung lama.

Intensitas hujan yang tinggi memengaruhi volume air yang ada di sungai, waduk atau bendungan sehingga banjir kemungkinan bisa terjadi akibat luapan aliran dan tampungan air tersebut.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved