Senin, 13 April 2026

Pancoran Mas Depok

Pandemi Covid-19, Omzet Petani Belimbing di Kampung Pitara Depok Malah Meningkat

Abdul Rohman, pengelola Perkebunan Belimbing Haji Niman, mengatakan penjualan belimbingnya saat ini lumayan bagus.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Abdul Rohman, pengelola Perkebunan Belimbing Haji Niman di Pitara, Depok. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Pandemi Covid-19 membuat banyak sektor terpuruk. Banyak sektor usaha yang mengalami penurunan omzet.

Namun hal ini tidak berlaku pada usaha Perkebunan Belimbing Dewa Haji Niman di Kampung Pitara, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Abdul Rohman, pengelola Perkebunan Belimbing Haji Niman, mengatakan penjualan belimbingnya saat ini lumayan bagus.

"Sehari bisa dapat Rp 500.000. Kalau Sabtu-Minggu malah bisa dapat Rp 1.000.000," kata Abdul, Senin (11/10/2021).

Tingkat penjualan ini, lanjut dia, meningkat dari kondisi sebelum pandemi Covid-19.

"Sebelum pandemi sekitar Rp 300.000 - 500.000 per hari," lanjutnya.

Baca juga: Belimbing Dewa Depok Tak Kenal Musim, Mudah Ditanam dan Cepat Berbuah

Dia menduga kenaikan penjualan ini disebabkan karena banyak orang mengonsumsi buah selama pandemi Covid-19.

"Orang kan baru pada habis vaksin Covid-19. Banyak tuh yang cari belimbing buat tingkatkan imunitas tubuh," ujar pria yang biasa disapa Bang Ajo ini.

Selain itu, khasiat bagi kesehatan juga membuat belimbing dicari orang.

"Belimbing bagus mengontrol gula darah dan meningkatkan imunitas tubuh," paparnya.

Bang Ajo memasarkan sendiri belimbingnya dengan harga Rp 10.000 - Rp 25.000 per kg.

"Tadinya dijual sendiri ke Pasar Minggu hingga Citayam. Tetapi karena tawaran harga tidak sesuai harapan, saya ngetengin (dijual sendiri) di pinggir jalan," jelasnya.

Baca juga: UMKM Kota Depok, Rasa Dewa, Oleh-oleh Asli Depok Terbuat dari Olahan Belimbing Dewa

Menurut dia, pembeli suka beli yang dijajakan di pinggir jalan karena mau buah yang segar.

"Ini kan baru petik dari pohon. Makanya banyak yang cari. Saya biasanya petik 2-3 keranjang sehari. Kalau habis, petik lagi," tutur Bang Ajo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved