Rabu, 13 Mei 2026

Rasa Dewa, Oleh-oleh Olahan Belimbing Khas Depok

Rasa Dewa Oleh-oleh Khas Depok bisa didapatkan di Perumahan Pesona Gaharu Blok A3, Jalan Bungsan, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Lejar Tri Ayunita, pemilik Rasa Dewa Oleh-oleh Khas Depok 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SAWANGAN - Setiap kota memiliki produk khas yang menjadi ikon yang dibanggakan.

Produk ini bisa menjadi oleh-oleh yang bisa diberikan kepada teman dan keluarga saat pulang dari kota tersebut.

Lalu, apa yang menjadi oleh-oleh khas saat Anda pulang berkunjung dari Kota Depok? Jawabannya adalah Belimbing Dewa.

Belimbing Dewa menjadi salah satu produk andalan Kota Depok. Dengan rasa buah yang manis dan segar, buah ini pun telah ditetapkan sebagai ikon Kota Depok.

Di Depok, kita bisa dengan mudah menjumpai buah Belimbing Dewa dijajakan di pinggir jalan atau toko-toko buah.

Baca juga: Beralih ke Digital, Kisah UMKM Rasa Dewa di Depok Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Namun, sayangnya tidak banyak warga Depok yang melakukan pengolahan terhadap produk ini sehingga tidak mendatangkan nilai tambah.

Salah satu yang membuat inisatif membuat produk olahan dari belimbing ini adalah Lejar Tri Ayunita.

Berawal dari keprihatinan akan minimnya produk  oleh-oleh khas asli Depok, wanita asal Semarang ini memulai usahanya pada 2009.

"Pada dasarnya saya senang wira usaha.
Saya melihat banyak sekali belimbing di sini, tetapi tidak ada produk olahannya," kata Lejar, Minggu (10/10/2021).

Tak hanya itu, saya melihat oleh-oleh khas Depok juga belum ada saat itu. Jadi ada peluang di sini.

"Kebetulan tempat tinggal saya dekat dengan Pusat Koperasi (Puskop) Belimbing di Pasir Putih sehingga kita membentuk kelompok usaha bersama olahan belimbing," jelasnya.

Baca juga: UMKM Kota Depok, Rasa Dewa, Oleh-oleh Asli Depok Terbuat dari Olahan Belimbing Dewa

Seiring perjalanan waktu, semangat KUB (Kelompok Usaha Bersama) olahan belimbing dewa ini pelan-pelan memudar.

Ada banyak kendala yang dihadapi, mulai dari adanya kesalingtergantungan antar-anggota hingga pengambilan keputusan yang lambat karena semua langkah harus disepakati bersama.

"Banyak kepala memang membuat usaha susah untuk berkembang. Karena itu kita putuskan jalan sendiri-sendiri," papar Lejar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved