PTMT di Depok Resmi Diberlakukan, Siswa di SMP Negeri 1 Depok Senang Bisa Ketemu Teman di Sekolah
Sejumlah siswa pun menyambut gembira akan pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas ini setelah setahun lebih siswa harus belajar secara daring.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mochammad Dipa
TRIBUNEWSDEPOK.COM - Pemerintah Kota Depok mulai mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada hari ini, Senin (4/10/2021).
Sejumlah siswa pun menyambut gembira akan pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas ini setelah setahun lebih siswa harus menjalani pembelajaran secara daring.
Seperti yang dirasakan Arya Muhafiz, siswa kelas 7B di SMP Negeri 1 Depok.
Ia senang akhirnya bisa sekolah tatap muka kembali karena dirinya bisa bertemu sama teman-teman sekolahnya.
Baca juga: Pelajar SMPN 25 Depok Sambut PTMT dengan Penuh Semangat, Ini Harapan Mereka
"Lebih milih tatap muka karena bisa ketemu temen-temen,"ujarnya.
Meski saat menjalani pembelajaran secara daring tidak mengalami kesulitan, tapi Arya mengaku bosen karena sudah terlalu lama dirumah.
"Iya kelamaan bosen dirumah," ucapnya kepada Wartakotalive.com, Senin (4/10).

Sementara, Kepala SMP Negeri 1 Depok Erna Iriani mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan PTMT, SMP Negeri 1 Depok menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah.
Siswa yang akan masuk ke dalam sekolah akan terlebih dahulu dilakukan pengukuran suhu tubuh.
"Suhunya di atas 37 maka anak akan kita istirahatkan ruangan isolasi," ujar Erna.
Erna menjelaskan, di ruangan isolasi tersebut telah disediakan dua tempat tidur, obat, tensi darah, tabung oksigen, hingga saturasi pengecekan oksigen darah.
Baca juga: PTMT Hari Pertama di SMPN 25 Depok Diklaim Berjalan Aman dan Kondusif
Selain itu, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk penanganan kesehatan.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan orang tua siswa yang bersangkutan tapi apabila siswa telah siap belajar, maka dapat mengikuti pembelajaran kembali," ujar Erna.
Erna menambahkan, selain siswa sejumlah guru akan dilakukan rapid test untuk mencegah penularan Covid-19.