Kabupaten Bogor
Ade Yasin: Budaya Inovasi Harus Ditingkatkan agar Dapat Berikan Layanan yang Lebih Cepat dan Baik
Budaya inovasi harus ditingkatkan agar dapat berikan layanan yang lebih cepat dan baik. Hal itu disampaikan Bupati Bogor Ade Yasin.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: dodi hasanuddin
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Ade Yasin: budaya inovasi harus ditingkatkan agar dapat berikan layanan yang lebih cepat dan baik.
Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk mendorong dan membangun budaya inovasi melalui kolaborasi dan kompetisi di berbagai sektor.
Baca juga: Tutup Defisit APBD Perubahan Kabupaten Bogor Tahun 2021, Ade Yasin Bakal Kurangi Belanja Aparatur
Budaya inovasi untuk membangun daerah ini sangat dinutuhkan di era disrupsi saat ini.
Hal itu diungkapkan Bupati Bogor, Ade Yasin membuka acara Bogor Innovation Wildly Important Goals (WIG) tahun 2021, di Hotel Pullman Ciawi secara hybrid, Rabu (29/9/2021).
Baca juga: Jalur Puncak 2 Diyakini Mampu Meningkatkan Ekonomi Masyarakat, Komisi V DPR Apresiasi Ade Yasin
Ade menjelaskan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan Pemda agar terus membangun kapasitas dan daya saing sehingga perlu terus berinovasi.
"Budaya inovasi ini harus terus ditingkatkan agar dapat memberikan layanan yang lebih cepat, lebih baik, lebih murah, lebih transparan dan lebih bermanfaat dalam lingkup internal birokrasi maupun pelayanan publik," kata Ade.
Salah satu kebijakan yang dilakukan Pemkab Bogor untuk mendorong inovasi ini adalah dengan program one institution, one innovation dan one village, one innovation.
“Pemerintah Kabupaten Bogor kan terus mendorong segenap perangkat daerah untuk berinovasi agar inovasi semakin membudaya dan pelayanan terhadap masyarakat semakin berkualitas,” ungkap Bupati Ade Yasin.
Baca juga: Kejar Target Vaksinasi 70 Persen, Bupati Bogor Ade Yasin: Tiada Hari Tanpa Vaksinasi
Ade menambahkan, kami juga terus memberikan dukungan, berupa fasilitasi, asistensi, supervisi, dan edukasi kepada para inovator agar lebih semangat dan kreatif.
"Apresiasi berupa penghargaan inovasi bagi institusi dan masyarakat yang berinovasi dan membawa perubahan di Kabupaten Bogor setiap tahunnya," papar politisi PPP ini.
Kolaborasi
Berkat kerja dan kolaborasi yang solid, lanjut Ade, Pemkab Bogor berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi inovasi tingkat nasional.
Sebut saja, Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri selama dua tahun berturut-turut sebagai kabupaten terinovatif dan menjadi best practice bagi daerah lain di Indonesia dalam hal inovasi.
Tahun ini Pemkab Bogor kembali ikut dalam kompetisi Innovative Government Award (IGA).
Baca juga: Perjuangkan Hak Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Lembaga Bantuan Hukum Bentuk Koalisi
Sampai hari ini proses validasi inovasi oleh kemendagri masih berlangsung dengan nilai sementara 92,07 dan Kabupaten Bogor berada di peringkat kesatu.
"Saya mengajak kepada seluruh perangkat daerah, pemerintah desa dan kelurahan, kalangan kampus, civitas akademika, sekolah-sekolah, pemuda dan seluruh masyarakat, mari terus tingkatkan kreativitas dan membudayakan inovasi di berbagai bidang," ajak Ade.
Kepala Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Agus Fatoni meminta agar inovasi menjadi pola pemecahan semua masalah.
Karena itu, perlu ada kebijakan Kepala Daerah dan pimpinan untuk menetapkan target inovasi.
"Jika diwajibkan, maka mau tidak mau kita semua melakukan inovasi. Selanjutnya inovasi menjadi alat evaluasi, SKPD, ASN dan pejabat yang melakukan inovasi diberikan penghargaan," jelasnya.
Menurut dia, inovasi ini perlu ada koordinasi dan kolaborasi secara pentahelix, dan perlu ada marketing branding agar bisa dilihat, ditiru dan dimanfaatkan bukan hanya bagi Indonesia tapi juga bagi dunia.
"Selanjutnya membentuk agen-agen inovasi di setiap SKPD, kecamatan, RSUD, Puskesmas hingga tingkat desa dan kelurahan. Jadikan inovasi menjadi indikator kunci penilaian SKPD”, papar Agus Fatoni.
Baca juga: Kutip Pernyataan Albert Einstein, Sandiaga Uno: Pengendalian Diri Jadi Modal Utama Hadapi Pandemi
Wakil Rektor IPB University Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan Erika Budiarti Laconi, menegaskan inovasi tidak pernah statis, inovasi selalu dinamis mengikuti dinamika perubahan.
“Mari kita terus berkolaborasi secara pentahelix yang di dalamnya terdapat pemerintah, media, komunitas, bisnis, dan akademisi. Bersama kita pasti bisa, mari kita lakukan untuk Indonesia,” tandas Erika Budiarti Laconi.
Acara tersebut mengangkat tema “Membudayakan Inovasi Untuk Membangun Negeri Di Era Disrupsi”.
Baca juga: Nuffic Neso Gelar Orange Talk Series 6: Butuh Kemauan Politik untuk Implementasikan Road Map WASH
Bogor Innovation WIG diisi narasumber Kepala Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Agus Fatoni dan Wakil Rektor IPB University Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan, Erika Budiarti Laconi.
Acara Bogor Innovation Wildly Important Goals 2021 ini dihadiri secara langsung oleh Kepala Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan jajaran, Rektor atau yang mewakili Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Bogor, Komite Perencanaan Pembangunan Strategis serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor.
Sementara secara virtual, diikuti Camat se-Kabupaten Bogor, penerima beasiswa Magister Inovasi Regional (MIR) ASN, PD se-Kabupaten Bogor, RSUD se-Kabupaten Bogor, Puskesmas se-Kabupaten Bogor, SMK Negeri Ciomas dan SMK Negeri 1 Cibinong melalui zoom meeting dan live di youtube channel Pemkab Bogor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ade-Yasin-Bicara-Inovasi.jpg)