Pesawat Jatuh

Sebelum Kecelakaan Pesawat, Kapten Mirza Sempat Video Call dengan Istrinya

Yudhistira (28), putra kedua Kapten Mirza, mengaku pertama kali mengetahui berita musibah ini dari media online.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Karangan bunga ucapan dukacita berjejer di depan rumah Kapten Mirza di Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (16/9/2021). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Kepergian yang mendadak dari Kapten Agithia Mirza dalam kecelakaan pesawat Rimbun Air di Nabire, Papua, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Yudhistira (28), putra kedua Kapten Mirza, mengaku pertama kali mengetahui berita musibah ini dari media online.

"Saya mendengar berita ini saya shock. Tetapi kakak perempuan dan ibu yang paling histeris," kata Yudhistira, saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor (16/9/2021).

Setelah membaca berita soal musibah pesawat itu media online, keluarga berusaha mencari informasi dari perusahaan dan sumber-sumber lainnya.

Baca juga: Pilot Pesawat Rimbun Air Pernah Tugas di Wilayah Aceh Hingga Papua, Ini Rekam Jejaknya

"Kami berusaha mencerna berbagai informasi yang masuk. Namun agar tidak simpang siur, kami menunggu informasi resmi dari perusahaan," paparnya.

Yudhistira pun berusaha membatasi informasi yang masuk untuk menjaga psikis anggota keluarga dengan mematikan televisi.

"Kemarin siang kami mendapat kabar jenazah ayah ditemukan dan tadi malam sudah dievakuasi," ungkap pria yang berprofesi sebagai pilot ini.

Baca juga: Lokasi Jatuh Pesawat Rimbun Air PK Dikuasai KKB Papua Pimpinan Zakius

Ketika mendapat kepastian soal kondisi sang ayah, Yudhistira berusaha menenangkan kakak perempuan dan ibunya.

"Kakak perempuan dan ibu saya yang paling terpukul. Kalau saya cukup tegar karena memang ini sudah resiko pekerjaan," tuturnya.

Dia mengaku tidak mendapat firasat apapun soal kepergian ayahnya. Begitu pun pesan terakhir tidak ada.

"Tidak ada pesan terakhir. Kan kita tidak tahu kapan meninggal mas," ujar Yudhistira.

Baca juga: Pesawat Rimbun Air PK OTW HILANG KONTAK di PAPUA

Meski demikian, sebelum kecelakaan tragis ini Kapten Mirza sempat kontak dengan istrinya.

"Terakhir kontak ya sesaat sebelum terbang karena dia biasa video call sama mama," jelasnya.

Yudhistira mengenang ayahnya sebagai sosok yang tegas dan disiplin.

"Dia tegas dan disiplin. Dia ingin anak-anaknya sukses. Saya pikir didikan dia berhasil," pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved