Selasa, 19 Mei 2026

Kebakaran Lapas Tangerang

Dirjen PAS Belum Terima Hasil Penyelidikan Kebakaran Lapas Tangerang dari Polda Metro Jaya

Dirjen PAS Belum Terima Hasil Penyelidikan Kebakaran Lapas Tangerang dari Polda Metro Jaya. Berikut Selengkapnya

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Karo Penms Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono di RS Polri Kramat Jati Kamis (9/9/2021). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KRAMAT JATI - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) sampai saat ini belum menerima hasil laporan penyelidikan jajaran Polda Metro Jaya atas kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjenpas, Thurman Hutapea mengatakan, dirinya datang ke RS Polri hanya mendapingi Polri menyampaikan update 41 jenazah korban kebakaran.

"Belum (dapat hasil penyelidikan sementara dari Polda), saya sebatas mendampingi beliau-beliau ini saja (datang ke RS Polri)," jelas dia pada Kamis (9/9/2021).

Namun, kata dia, untuk penyelidikan awal sudah dilaporkan ke Dirjen Pas mengenai dugaan kebakaran karena konsleting listrik.

Menurut dia, seluruh Rumah Tahanan (Rutan) dan Lapas terpasang CCTV guna memudahkan penyelidikan apabila terjadi sesuatu.

Ia pun menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke Aparat Kepolisian demi mengungkap penyebab kebakaran.

"Ada CCTV, itu SOP pengamanan," tutur dia.

Baca juga: Kebakaran Lapas Tangerang Dipicu Korsleting Listrik, Kalapas: Sebelumnya Hujan Deras & Angin Kencang

Baca juga: Sempat Video Call, Dasri Ungkap Detik-detik Suaminya Sebelum Tewas dalam Kebakaran Lapas Tangerang

Hujan Deras dan Angin Kencang

Dugaan adanya korsleting listrik yang memicu kebakaran Blok C2 Lapas Tangerang pada Rabu (8/9/2021) dini hari semakin menguat.

Hal tersebut diperkuat dengan buruknya cuaca pada sepanjang hari Selasa (7/9/2021).

Ketika itu, hujan lebat yang disertai angin kencang menerpa Lapas Tangerang sejak pagi hingga sore hari.

Hal tersebut disampaikan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Tangerang, Victor Teguh Prihartono.

Dirinya menilai, analisa terkait dugaan sementara dari pihak kepolisian yang menyebutukan kebakaran dipicu gangguan hubungan arus pendek listrik tepat.

"Saat ataupun sebelum kejadian, saya selalu berada di lapas. Makanya saya rasa dugaan sementara ini ada kemungkinan benar," ujar Victor saat mendapingi Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly mengunjungi narapidana yang sedang dalam perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang pada Kamis(9/9/2021).

"Kita sama-sama tau, dari pagi hingga sore hari sebelum kejadian, hujan lebat dan angin kencang melanda," sambungnya.

Baca juga: Sempat Video Call, Dasri Ungkap Detik-detik Suaminya Sebelum Tewas dalam Kebakaran Lapas Tangerang

Baca juga: Ini Daftar Rangkuman Lengkap Teori Kedaulatan yang Sering Muncul di SKD CPNS

Oleh karena itu, Victor membantah seluruh isu yang beredar di sosial media, terkait penyebab kebakaran karena keributan, gangguan, atau perkelahian antar geng bandar, merupakan berita bohong atau hoax.

Menurut Victor, kabar tersebut jelas salah. Sebab, sumber api di duga muncul dari plafon.

Hal itu diperkuat, dengan orang yang pertama melihat api tersebut muncul, adalah petugas lapas yang berada di atas menara.

Baca juga: Terduga Pelaku Pelecehan Pegawai KPI Tawarkan Perdamaian, Kuasa Hukum Korban: Tak dapat Ditolerir

Baca juga: Dirjen Pas Belum Terima Hasil Penyelidikan Kebakaran Lapas Tangerang dari Polda Metro

"Jadi, kita tidak boleh membuat isu penyeba kebakaran karena terjadi perang antar geng ataupun keributan. Saya pastikan tidak ada. Itu pernyataan saya!," tegas Victor.

Dengan demikian, Victor mengajak rekan-rekan awak media, untuk meluruskan (kabar miring yang beredar diluar sana), dengan memberi informasi akan kondisi yang memang benar terjadi. 

Victor juga meminta masyarakat, agar jangan berasumsi terkait penyebab musibah naas tersebut.

"Sampai saat ini, kita masih menunggu hasil investigasi, karena proses penyidikan masih sedang dilakukan oleh pihak kepolisian," terangnya.

"Sehingga informasinya lebih akurat, ketika data, bukti hasil pemeriksaan sudah dilakukan oleh tim dari kepolisian," tutup Victor Teguh Prihartono.

Baca juga: Bukan Cuma Mal, Warga Depok Kini Harus Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi Ketika Masuk Swalayan

Baca juga: Kunker ke Medan, Sri Mulyani Pastikan Bantuan Rp 1,2 Juta untuk Pedagang 

Periksa Puluhan Tahanan

Polda Metro Jaya sudah memeriksa 22 orang saksi untuk menyelidiki kasus kebakaran di Blok C Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9/2021) kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya tidak mau berandai-andai untuk menyampaikan informasi terkait kebakaran tersebut.

Semua perlu bukti kuat agar masyarakat dapat mengetahui penyebab kebakaran di sama.

"Sampai saat ini Puslabfor Inafis masih berkerja melakukan olah TKP untuk bisa mengetahui sumber apinya pertama," ucap dia di RS Polri Kamis (9/9/2021).

Yusri mengaku, pihaknya sedang menguji sumber api tersebut secara laboratoris yakni titik api pertama kali muncul.

Selain menguji, pihaknya juga memintai keterangan para korban yang selamat dari kebakaran Lapas di RSUD Tangerang.

"Arahnya untuk mengetahui keterangan dari mereka semua," ucapnya.

Nantinya aparat kepolisian bakal menerapkan Pasal 187 dan 188 KUHP dan Pasal 359 KUP tentang kelalaian apabila menemukan unsur tersebut.

Bisa juga dikenakan dengan Pasal 359 KUHP yang unsurnya sama yaitu kelalaian.

"Kami tim sedang bekerja akan kami sampaikan hasil dari penyidik maupun Puslabfor, tolong rekan media jangan berandai dan percayakan ke kami," jelas dia.

"Semuanya memang ada perlu ke sana termasuk BAP dari Puslabfor, jangan buat satu narasi berandai-andai, hasil penyidikan hasil Puslabfor nanti kami sampaikan," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 41 jenazah korban kebakaran Lapas kelas I Tangerang, Banten tiba di rumah sakit Polri sekira pukul 14.17 WIB.

Puluhan jenazah itu dibawa menggunakan tujuh mobil jenazah diantaranta 3 milik DVI Polri dan empat milik Pemerintah.

Dari pantauan lokasi, kantung jenazah itu langsung dipindahkan ke kasur roda untuk di masuk ke dalam ruang instalansi forensik RS Polri Kramat Jati.

Nantinya tim Forensik bakal bekerja untuk identifikasi korbab narapidana Lapas Tangerang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, semua jenazah sudah tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kami turut berduka yang mendalam, kepada keluarga korban khususnya baik kepada korban luka, maupun korban meninggal dunia," ujar dia Rabu (8/9/2021).

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved