Sabtu, 9 Mei 2026

Pemkot Depok

Depok Masuk Zona Kuning, Warga Diminta Terus Kencangkan Protokol Kesehatan

Depok Masuk Zona Kuning, Warga Diminta Terus Kencangkan Protokol Kesehatan. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Tayang:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Suasana Gebyar Vaksinasi di Kecamatan Cipayung, Depok, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Kota Depok akhirnya kembali menapaki status sebagai wilayah yang membaik dalam kasus Covid-19.

Setelah lama terjebak dalam status zona merah atau tingkat risiko tinggi kemudian beralih ke zona oranye atau tingkat risiko sedang.

Kini Kota Belimbing itu masuk dalam zona kuning atau tingkat risiko rendah penyebaran Covid-19. Ini menjadi status pertama kalinya bagi Kota Depok sejak virus asal Wuhan, Tiongkok merasuk ke tanah air.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, data tersebut berdasarkan dari indikator kesehatan masyarakat (kesmas) BNPB pada 5 September 2021 lalu menyusul penurunan drastis jumlah kasus konfirmasi positif.

Baca juga: Begini Kegiatan Saipul Jamil Usai Dirinya Dilarang Tampil di Televisi

“Alhamdulillah berdasarkan indikator kesmas BNPB, Depok minggu ini zona kuning,” ujar Dadang saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (9/9/2021).

BNPB juga mencatat skor zonasi Kota Depok di dapat dari periode selama 3-5 September 2021.

Sebelumnya, Depok sempat masuk zona merah selama 6 pekan pada 3 Juli-8 Agustus 2021, sebelum masuk zona oranye selama 4 pekan setelahnya. 

“Ya pada pekan ini sudah masuk dalam zona kuning,” katanya.

Hingga Selasa (7/9/2021) tercatat Kota Depok memiliki 1.341 kasus atau 1,29 persen. Jumlah ini turun sebanyak 88 kasus. 

Sementara untuk pasien sembuh mencapai 100.680 orang atau 96,73 persen. Jumlahnya naik 118 orang. Untuk pasien meninggal sebanyak 2.067 kasus atau 1,99 persen. Jumlahnya naik tujuh kasus. 

Baca juga: Jika Terpilih Jadi Anggota BPK, Anak Buah Sri Mulyani Fokus Lobi DPR dan DPD 

“Total kasus terkonfirmasi sebanyak 104.088,” tandasnya.

Sedangkan untuk vaksinasi saat ini untuk dosis I sudah mencapai 43,34 persen atau sebanyak 699.394. 

Dosis II mencapai 23,34 persen atau sebanyak 376.572. Dan untuk dosis  III kusus tenaga kesehatan baru 0,42 persen atau sebanyak 6.774. 

“Target sasaran sebanyak 1.613.557,” tuturnya.

Dengan diperolehnya status ini, Dadang kembali meminta masyarakat agar terus mengecangkan protokol kesehatan melalui 5 M.

Sehingga diharapkan mata rantai penyebaran cepat bisa diputus dengan pola hidup sehat dan bersih.(VINI RIZKI AMELIA)
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved