Kabupaten Bogor

Dapat Lampu Hijau dari Disdik, SMPN 1 Cibinong Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Sekolah SMPN 1 Bojonggede Tri Rahayu mengatakan pihaknya sudah siap menggelar PTM ini.

Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Kepala Sekolah SMPN 1 Bojonggede Tri Rahayu 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOJONGGEDE - Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Bojonggede siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Kepala Sekolah SMPN 1 Bojonggede Tri Rahayu mengatakan pihaknya sudah siap menggelar PTM ini.

"Sebenarnya kami sudah siap gelar PTM sejak tahun ajaran baru. Tetapi karena Covid-19 meningkat, maka pelaksaannya ditunda," kata Tri, Senin (30/8/2021).
Menurut dia, SMPN 1 Bojonggede sebelumnya telah ditetapkan sebagai pilot project untuk penetapan PTM.

Namun Surat Ketetapan (SK) terkait hal ini dicabut Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor saat kasus Covid-19 melonjak pada Juli 2021 lalu.

Baca juga: PTM di Kabupaten Bogor, SMKN 1 Bojonggede Tunggu Arahan dari Gubernur Jawa Barat

"Jadi kalau juknis (petunjuk teknis) pelaksanaan PTM keluar hari ini, besok juga kami sudah siap menggelar PTM," paparnya.

Meskipun demikian, pihak sekolah harus melakukan persiapan secara matang maka PTM di SMPN 1 baru akan digelar pada Rabu (1/9/2021).

"Kami akan koordinasi dulu karena beberapa ruang kelas kami harus direhab sehingga harus ditata ulang," jelasnya.

Saat ini kami memiliki 28 rombongan belajar, sementara ruang kelas yang tersedia cuma 20 ruangan.

Baca juga: 133 SMK dan 56 SMA di Kota Depok Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

"Ini perlu pengaturan ulang karena delapan ruang kelas sedang diperbaiki," ungkapnya.

Berdasarkan arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, kapasitas ruangan untuk PTM ini hanya 50 persen.

"Kapasitas maksimal ruangan hanya 20 orang. Nanti kami siasati dengan membagi siswa-siswi dalam dua shift yaitu pagi dan siang," ungkap Tri.

Selain itu, sekolah juga masih menerapkan blended learning antara PTM dan sekolah daring.
"Kita hanya punya waktu 2 jam untuk satu sesi pembelajaran. Tentu ini tidak efektif dari sisi knowlegde. Karena itu, kita fokus pada sentuhan karakter. Pengetahuan kan bisa didapatkan dari mana saja," ujarnya.

Siswa yang datang ke sekolah juga harus dalam kondisi sehat. Kalau sedang tidak fit seperti batuk, demam dan pilek, maka siswa tidak diizinkan mengikuti PTM.

Baca juga: Disdik Kota Depok Cek Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Sebelum Gelar PTM Oktober Ini

"Kami akan terapkan protokol kesehatan yang ketat. Satgas Covid-19 kami akan terus mengingatkan siswa agar tidak ngobrol dan berkerumun," tambah Tri.

SMPN 1 Bojonggede tidak mewajibkan siswa untuk menunjukkan kartu vaksin karena siswa-siswi di sekolah ini belum divaksin.

"Kami baru dapat jatah vaksin pada 1 September 2021 besok. Itu pun kuotanya untuk 700 siswa atau separuh dari jumlah siswa di sekolah ini. Jadi syarat untuk ikut PTM hanya kondisi sehat dan dapat izin dari orang tua,"  pungkas Tri.

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved