Minggu, 26 April 2026

Kelestarian Alam

Setelah Kabar Buruk 3 Harimau Sumatera TEWAS, Kini Ada Kabar Baik dari Elang Flores di Gn RINJANI

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani sedang memantau seekor anakan Elang Flores. Burung elang endemik Indonesia yang langka.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
instagram @btn_gn_rinjani
Anakan Elang Flores atau Nisaitus Floris di Gunung Rinjani. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MARGONDA - Baru-baru ini Indonesia mendapat kabar tidak baik dari Aceh. 

Kabar buruk itu adalah tiga Harimau Sumatera tewas di Aceh karena terkena jerat babi. 

Namun, kini muncul kabar bahagia dari Taman Nasional Gunung Rinjani

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani ternyata tengah memantau pertumbuhan seekor Elang Flores atau Nisaitus Floris, salah satu endemik elang di Indonesia. 

Baca juga: 3 Harimau Sumatera Ditemukan Mati di ACEH, Penyebabnya Memilukan

Berita baik itu dikabarkan oleh akun instagram @btn_gn_rinjani, Sabtu (28/8/2021). 

Individu Elang Flores yang dipantau berusia 50 hari dan dinamakan Bhadra. 

Di hari ke-50, Bhadra sudah menunjukkan perubahan fisik. 

"Warna sayapnya sudah terlihat dan semakin gagah," tulis @btn_gn_rinjani. 

Dikutip dari wikipedia, Elang Flores (Spizaetus floris) merupakan salah satu jenis raptor (burung pemangsa) endemik yang dipunyai Indonesia dari keluarga Accipitridae dan Genus Nisaetus.

Elang flores sebelumnya dianggap sebagai ras elang brontok tetapi Gjershaug et al (2004) menunjukkan bahwa perbedaan morfologis yang signifikan antara bentuk ini denga elang brontok.

Baca juga: Pesantren ke-6 di Depok yang Lakukan Vaksinasi, 150 Santri Al-Hamidiyah Disuntik Vaksin Covid-19

Jarak genetik antara kedua taksa ini ditemukan hanya 1% (Gamauf et al. 2005) Elang flores ini ditempatkan di genus Nisaetus mengikuti rekomendasi Helbig et al. (2005) yang didukung oleh studi molekuler Lerner dan Mindell (2005), berdasarkan pada urutan molekul dua gen mitokondria dan satu intron nuklir.

Elang flores tergolong burung berukuran besar dengan panjang tubuh sekitar 60 sampai 79 cm.

Tubuh bagian atas coklat-kehitaman. Dada dan perut putih berpalang coklat kemerahan yang tipis.

Tidak ada perbedaan signifikan antara jantan-betina dan dewasa-muda. Mirip dengan elang brontok muda.

Elang flores termasuk salah satu jenis burung endemik Indonesia yang dapat dijumpai di daerah timur khususnya di pulau Flores, Sumbawa, dan Lombok (di perbatasan Taman Nasional Rinjani) serta di dua pulau Satonda di dekat Sumbawa dan Rinca di dekat Komodo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved