Minggu, 26 April 2026

Limo Depok

Kisah Ade Rosidah Korban Peristiwa di Margo City Mall Kota Depok yang Tidak Terdata

Ade mengatakan dirinya dirawat terpisah dari 11 korban lainnya yang berada di Rumah Sakit Universitas Indonesia

Editor: murtopo
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Ade Rosidah (33) ketika dijumpai wartawan di kediamannya, Rabu (25/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, LIMO – Persitiwa kebocoran pipa gas dan lift ambruk di Margo City Mall ternyata tidak hanya mengakibatkan 11 korban luka-luka ringan dan berat.

Seorang karyawan salah satu tenant restoran di Margo City Mall bernama Ade Rosidah (33) mengaku menjadi korban di peristiwa tersebut.

Ade Rosidah (33), angkat suara setelah namanya tidak terdata dalam daftar 11 nama korban luka ringan dan berat.

Dijumpai wartawan di kediamannya di Jalan Lestari Kelurahan Gandul, Limo, Kota Depok, Ade mengatakan dirinya dirawat terpisah dari 11 korban lainnya yang berada di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dan Rumah Sakit Bunda Margonda.

Ketika kejadian, Ade yang merupakan karyawan salah satu tenant restoran di Margo City Mall mengatakan dirinya tengah berada di lorong toilet bersama seorang rekannya yang tengah hamil.

Bagai petir di siang bolong, tiba-tiba Ade mendengar suara ledakan yang sangat dahsyat, diiringi suara gemuruh beberapa menit setelahnya.

Baca juga: Ledakan Margo City Dipastikan dari Kebocoran Gas, Polisi Masih Terus Selidiki Bila Ada Kelalaian

Baca juga: Pasca Insiden yang Terjadi di Mal Margo City Depok, 12 Saksi Telah Diperiksa Polisi

Baca juga: Margo City Mall Ditutup Sementara, Masih Dalam Proses Penyelidikan Pihak Kepolisian

“Saya posisinya di lorong. Lift barang itu kan jatuh dari lantai tiga ke lantai satu, saya di lantai dua. Itu langsung kejadiannya cepet banget. Saya di lorong kemudian tiba-tiba seperti ada bom walaupun saya belum pernah mendengar bom, tapi saya ngerasa kaya dibom, tiba-tiba anjlok gitu,” kata Ade pada wartawan, Rabu (25/8/2021).

“Tiba-tiba ada suara gemuruh itu mungkin suara atap mal yang rubuh itu ya jadi nimpa ke badan saya puing-puing atap, kemudian ada baja ringan, kemudian sempat ada percikan api dari kabel-kabel yang putus,” timpalnya.

Ade menuturkan, dirinya juga sempat tersungkur dan terguling ketika kejadian, hingga akhirnya ia berusaha mendekat ke arah tembok untuk menyelamatkan diri.

“Pokoknya tiba-tiba itu ambruk terus saya kesungkur. Terus suara gemuruh saya sampai memar itu karena mungkin saya tiba-tiba tersungkur dan terguling ketiban puing-puing, disitu saya pikirannya cuma saya gak selamat karena disitu juga ada percikan api,” ujarnya.

Dalam kondisi seperti itu, Ade masih sempat menjauh dari lokasi kejadian meski langkahnya lemas dan lunglai menahan sakit.

Beberapa langkah menjauh, Ade pun tersungkur dan tak sadarkan diri.

“Saya pingsan setelah saya keluar dari lorong. Saat saya masih di lorong itu saya sempat masih cari jalan keluar. Saya tahu jalan keluar itu ada di sebelah kiri tangan saya tapi di situ sudah gak kelihatan apa-apa,” bebernya.

Baca juga: Korban Meninggal Dunia Akibat Runtuhnya Plafon Margo City Mall Merupakan Tulang Punggung Keluarga

Baca juga: Empat Korban Margo City Mall yang Dirawat di RS Bunda Margonda Hanya Jalani Observasi di IGD

Sesadarnya Ade, ia pun sudah terbaring lemah di Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved