Selasa, 5 Mei 2026

Berita UI

Guru Besar Teknik Sipil UI Ungkap 3 Penyebab Utama Jalan Aspal Cepat Rusak

Guru Besar Teknik Sipil UI Ungkap 3 Penyebab Utama Jalan Aspal Cepat Rusak, Pembiaran Lubang Berimbas Fatal 

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy
JALAN RUSAK - Guru Besar Teknik Sipil FTUI, Sigit Pranowo Hadiwardoyo mengungkap tiga penyebab utama jalan raya cepat rusak. (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy)  

Laporan wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Jalan raya yang berlubang dan rusak menjadi permasalahan utama di sejumlah wilayah Jabodetabek dalam beberapa waktu ke belakang.

Pasalnya, kerusakan tersebut berdampak fatal bagi pengguna jalan hingga menyebabkan kecelakaan, bahkan hilangnya nyawa seseorang.

Misalnya, seorang pelajar tewas usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur akibat menghantam jalan berlubang pada Senin (9/2/2026) lalu.

Baca juga: Jalan Nasional Penghubung Depok-Bogor Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

Guru Besar Departemen Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Sigit Pranowo Hadiwardoyo menyebut, ada beberapa faktor jalan raya cepat rusak.

Pertama, genangan air menjadi faktor utama penyebab jalan aspal cepat rusak dan mudah berlubang.

Pasalnya, jalan aspal sangat rentan terhadap air. Jika permukaan jalan tergenang air dan dilalui kendaraan, aspal dapat mengalami deformasi atau pengikisan.

“Sehingga ketika ada air, maka aspal sebagai pengikat batuan agregat yang pembentuk beton aspal, maka fungsinya menjadi berkurang, di situlah yang mulainya terjadi lubang,” kata Sigit kepada TribunnewsDepok.com, Selasa (24/2/2026).

Untuk itu, lubang kecil aspal yang dibiarkan pada musim penghujan akan cepat sekali menjadi besar.

Sigit menyarankan agar pengelola jalan rajin mengontrol kerusakan di musim penghujan dan langsung melakukan perbaikan.

“Karena lebih baik kita dari mulai nampak ada kerusakan kecil yang kita sebut dengan pothole (lubang), nah itu segera ditutup,” ujar pakar bidang transportasi itu.

Kedua, kualitas aspal juga menjadi penentu ketahanan jalan raya. Aspal yang bagus akan membuat jalan raya lebih lama bertahan.

Sedangkan, aspal yang sudah tua atau proses pemadatan kurang sempurna saat konstruksi dapat melemahkan ikatan antar agregat, sehingga mudah terbentuk lubang.

Ketiga, struktur pondasi jalan juga sangat berpengaruh untuk menopang jalan raya agar bertahan lama.

Pasalnya, kerusakan sering terjadi di titik-titik tertentu karena kualitas konstruksi di bawah permukaan, seperti tanah dasar atau subgrade yang kurang baik atau tidak merata. 

“Karena mungkin pada saat waktu pembangunannya itu kurang sempurna pemadatannya, sehingga pada satu titik dia terjadi pelemahan,” pungkasnya. (m38)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved