Berita Nasional
Panas! Saat Budiman Sudjatmiko Usir Mahasiswa Usai Dibilang Munafik
Budiman Sudjatmiko berdebat panas dengan mahasiswa dalam sebuah forum diskusi di Semarang
TRIBUNDEPOK-Mantan aktivis sekaligus Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko berdebat panas dengan mahasiswa dalam sebuah forum diskusi.
Perdebatan panas tersebut bahkan berujung ke pengusiran yang dilakukan Budiman Sudjatmiko saat mendapatkan kritik pedas dari seorang mahasiswa bernama Bima Prayuda.
Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Semarang itu awalnya mengkritisi habis-habisan Budiman Sudjatmiko dalam Forum diskusi bertajuk "Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini.
Diskusi tersebut digelar di Kota Semarang, Jumat (12/6/2026) seperti dimuat TribunJateng.
Dalam diskusi yang digelar Forum KAFKA dan dihadiri kalangan mahasiswa dan umum itu semula berlangsung kondusif.
Namun suasana sempat berubah tegang saat sesi tanya jawab dibuka.
Seorang mahasiswa yang mengaku pernah ditangkap dalam aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang dan menjalani hukuman selama tiga bulan berdiri dari kursinya.
Setelah menyampaikan beberapa pandangan dan kritik terhadap pandangan Budiman mengenai kondisi Indonesia saat ini, mahasiswa tersebut kemudian menyebut dirinya satu di antara yang ditangkap saat aksi demonstrasi.
"Saya ditangkap pas May Day di Semarang. Saya dipenjara tiga bulan lamanya. Dalam sejarah aktivisme mahasiswa Indonesia, ribuan mahasiswa ditangkap. Saya kira Bapak hanya suram mendengar hal-hal tersebut," katanya.
Nada bicara mahasiswa itu semakin meninggi ketika menilai Budiman telah kehilangan sikap kritisnya terhadap pemerintah.
Baca juga: Mobil Pengunjuk Rasa Ditempel Alat Pelacak, Ini Pesan Eks Ketua BEM UGM
Ia bahkan menyebut Budiman terjebak dalam hegemoni kekuasaan dan gagal memahami realitas yang dihadapi gerakan mahasiswa saat ini.
Bahkan Budiman Sudjatmiko pun disebut munafik karena diam saat seribu mahasiswa ditangkap pada unjuk rasa Agustus tahun lalu.
"Saya rasa Bapak sangat munafik ketika berbicara bahwa pemerintah tidak sedang meninabobokan rakyat. Justru saya kira itulah cara negara membangun ideologi yang membuat orang-orang seperti Bapak duduk di depan hari ini," katanya.
Tak berhenti di situ, mahasiswa tersebut juga menuduh argumentasi Budiman mengandung banyak kekeliruan logika.
"Saya hanya ingin mengkritisi argumen Bapak yang sangat cacat, logical fallacy, buta terhadap pemikiran mahasiswa. Jangan berbicara soal keidealan negara kalau tidak pernah memikirkan solusi yang menyentuh akar persoalan rakyat," tegasnya sebelum berpamitan meninggalkan ruangan.
Ketika mahasiswa itu hendak keluar, Budiman meminta yang bersangkutan tetap bertahan untuk melanjutkan diskusi.
Namun permintaan tersebut ditolak.
"Enggak perlu mengatur saya sebagai rakyat Indonesia, Pak," balas mahasiswa itu.
Situasi sempat diwarnai adu argumen singkat.
Hingga akhirnya Budiman terpancing emosi dan mengusir mahasiswa tersebut di depan forum. Budiman menyebut mahasiswa itu tidak boleh merusak di forum hanya karena pernah ditangkap tiga bulan lamanya.
Usai mahasiswa tersebut keluar dari ruangan, mantan anggota DPR RI itu menilai kritik yang disampaikan lebih banyak didorong oleh pengalaman personal dibanding upaya membangun solusi bagi masyarakat luas.
"Inilah yang disebut victim mentality. Apa kontribusinya bagi membangun peradaban? Apa kontribusinya bagi membangun kecerdasan kolektif kita?" ujar Budiman.
Ia menegaskan pengalaman menjadi korban represi negara tidak boleh dijadikan legitimasi untuk merasa paling benar.
Budiman kemudian membandingkan pengalaman mahasiswa tersebut dengan perjalanan hidupnya sendiri yang pernah dipenjara.
"Saya pernah di penjara 13 tahun. Saya tidak merasa lebih hebat dari teman-teman. Saya tidak merasa pengalaman itu membuat saya paling benar," katanya.
Diketahui Budiman Sudjatmiko merupakan mantan aktivis 1998.
Dia juga pernah dijebloskan ke penjara karena dituduh menjadi dalang kerusuhan 27 Juli 1996 adalah Budiman Sudjatmiko.
Pada masa itu, Budiman adalah seorang aktivis sekaligus pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD).
Budiman dan PRD ketika itu memilih bergabung dengan massa Partai Demokrasi Indonesia (PDI) kubu Megawati Soekarnoputri.
Usai aksi 27 Juli 1996 atau dikenal Kudatuli, Budiman ditangkap.
Budiman akhirnya menjalani persidangan dan divonis 13 tahun penjara pada 1997.
Namun Budiman hanya menjalani hukuman selama lebih kurang 3,5 tahun setelah diberi amnesti oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada Desember 1999.
(Wartakotalive.com/DES/TribunJateng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Budiman-Sudjatmiko-saat-ditemui-usai-mengantar.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.