Rabu, 27 Mei 2026

Berita Nasional

Saat Prabowo Guyon Reshuffle Zulhas di Hadapan Warga Kebumen

Presiden RI Prabowo Subianto guyon soal reshuffle Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas)

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Istimewa/Youtube Sekretariat Presiden
PRABOWO-Saat panen raya tambak udang di Kebumen, Jawa Tengah Sabtu (23/5/2026) Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menko bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.  

TRIBUNDEPOK -Presiden RI Prabowo Subianto guyon soal reshuffle Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat Panen Raya Tambak Budidaya Udang di Kebumen, Jawa Tengah. 

Saat panen raya Sabtu (23/5/2026) Presiden RI itu didampingi Menko bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. 

Saat memberikan sambutan, di hadapan warga, Kepala Negara RI itu ternyata salah menyebut nama desa yang menjadi lokasi panen raya. 

Salah sebut nama desa itu kemudian menuai protes warga. 

Prabowo pun kemudian memanggil salah satu warga ke depan untuk maju dan menyebut nama desa yang benar. 

Desa itu ternyata bernama Desa Tegal Retno Kecamatan Petahanan. 

Prabowo pun mengakui kesalahan tersebut sambil meminta maaf.  

Dia menyebut bahwa informasi nama desa yang salah itu diberikan oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan

Sambil bercanda, Prabowo bertanya ke warga yang hadir apakah Zulkifli Hasan perlu dicopot karena salah kasih informasi. 

Di belakang Prabowo, Ketua Umum PAN itu hanya tertawa. 

Warga pun menyebut "Tidak" saat Prabowo tanya soal Reshuffle

Akhirnya Prabowo pun mengaku tidak akan mencopot Zulhas. 

"Untung warga masih sayang sama kamu makanya kamu gak jadi dicopot," kata Ketua Umum Partai Gerindra itu sambil tertawa. 

Prabowo menyebut tambak udang di Kebumen sudah sangat tinggi hingga diakui dunia. 

“Panennya hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia, sangat menjanjikan,” kata Prabowo. 

Ia mengatakan kawasan tambak seluas sekitar 100 hektare itu memiliki potensi besar untuk menghasilkan komoditas udang.  

Menurut dia, satu hektare tambak mampu menghasilkan hingga 40 ton udang. 

Presiden menilai tambak tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berperan dalam penyediaan lapangan kerja dan pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. 

Baca juga: Bandara Kertajati Riskan Jadi Pangkalan Militer Ilegal AS Apabila Jadi Bengkel Hercules

“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita dan juga untuk dijual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,” ujar Prabowo. 

Prabowo menyebut bahwa pemerintah juga akan mengejar implementasi pembangunan di sejumlah lokasi untuk meningkatkan produktivitas komoditas perikanan. 

Sebelumnya Prabowo Subianto juga menyempatkan meninjau panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan tersebut. 

Presiden tampak menyaksikan seorang nelayan melempar jaring ke arah tambak dan tidak berapa lama kemudian tampak ikut menarik jaring terisi penuh udang bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved